Johnson & Johnson Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia September

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 04:27 WIB
Johnson & Johnson Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia September Ilustrasi vaksin. (Istockphoto/ Baona).
Jakarta, CNN Indonesia -- Johnson & Johnson (J&J) pada Senin (30/3) menyatakan telah memilih calon vaksin yang akan digunakan untuk mengatasi virus corona. Vaksin rencananya diuji coba ke manusia September.

Kalau uji coba sukses, vaksin diharapkan bisa digunakan untuk penggunaan darurat awal tahun depan. Dalam pernyataan yang mereka keluarkan awal pekan ini, perusahaan farmasi tersebut menyatakan telah menandatangani perjanjian dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan pemerintah AS untuk melaksanakan proyek tersebut.

Mereka akan menggelontorkan investasi US$ 1 miliar untuk melaksanakan proyek tersebut. J&J mulai meneliti vaksin untuk mengobati virus corona pada  Januari. Uji coba dilakukan dengan menggunakan teknologi sama yang digunakannya untuk mengembangkan kandidat vaksin untuk Ebola.


Perusahaan itu mengatakan sedang memperluas kapasitas produksi globalnya di AS dan di negara lain, untuk membantunya memasok lebih dari satu miliar dosis vaksinnya di seluruh dunia.

"Perusahaan diposisikan dengan baik melalui kombinasi keahlian ilmiah, skala operasional, dan kekuatan finansial kami untuk membawa sumber daya kami bekerja sama dengan orang lain untuk mempercepat perang melawan pandemi ini," kata CEO Alex Gorsky seperti dikutip dari AFP, Selasa (31/3). 

Sebagai informasi, saat ini belum ada vaksin atau perawatan yang disetujui untuk mengobati infeksi virus corona. Beberapa obat sebenarnya sedang teliti.

Obat tersebut antara lain antivirus remdesivir dan obat antimalaria chloroquine dan hydroxychloroquine. Tetapi sampai saat ini belum jelas apakah mereka membuahkan hasil.

[Gambas:Video CNN]


(AFP/agt)