Kalau uji coba sukses, vaksin diharapkan bisa digunakan untuk penggunaan darurat awal tahun depan. Dalam pernyataan yang mereka keluarkan awal pekan ini, perusahaan farmasi tersebut menyatakan telah menandatangani perjanjian dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan pemerintah AS untuk melaksanakan proyek tersebut.
Mereka akan menggelontorkan investasi US$ 1 miliar untuk melaksanakan proyek tersebut. J&J mulai meneliti vaksin untuk mengobati virus corona pada Januari. Uji coba dilakukan dengan menggunakan teknologi sama yang digunakannya untuk mengembangkan kandidat vaksin untuk Ebola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, saat ini belum ada vaksin atau perawatan yang disetujui untuk mengobati infeksi virus corona. Beberapa obat sebenarnya sedang teliti.
Obat tersebut antara lain antivirus remdesivir dan obat antimalaria chloroquine dan hydroxychloroquine. Tetapi sampai saat ini belum jelas apakah mereka membuahkan hasil.
[Gambas:Video CNN]
(afp/agt)