Peluk Pohon, Cara Islandia Jaga Jarak Fisik dan Ramah Alam

tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2020 11:56 WIB
ilustrasi peluk pohon Dinas Kehutanan Islandia mendorong orang-orang untuk memeluk pohon daripada memeluk orang lain selama pandemi corona. (iStockphoto/pixalot)
Jakarta, CNN Indonesia -- Physical distancing akibat pandemi virus corona ini membuat banyak orang merindukan pelukan dengan orang lain. Namun alih-alih melawan imbauan untuk menjaga jarak fisik antar manusia, Dinas Kehutanan Islandia mendorong orang-orang untuk memeluk pohon.

Dilaporkan Icelandreview dari RUV, polisi hutan di Hutan Nasional Hallormsstaour di Islandia Timur pun membersihkan jalur yang tertutup salju untuk memastikan bahwa penduduk setempat bisa menikmati alam bebas tanpa harus melakukan kontak dekat dengan tamu lain, tapi tetap dekat dengan 'teman-teman alam mereka.'

"Ketika Anda memeluk sebatang pohon, Anda merasakannya pertama kali di ibu jari kaki kemudian ke kaki, dada, dan ke kepala," kata penjaga hutan Por Porfinnsson dengan antusias.


"Perasaan relaksasi yang luar biasa dan kemudian Anda siap untuk menjalani hari dan tantangan baru."



Di masa ketika kontak dekat dan pelukan tidak dianjurkan karena risiko infeksi COVID-19, pohon dapat menawarkan rasa nyaman, kata Þór, meskipun ia mendesak pengunjung ke hutan nasional untuk mengambil tindakan pencegahan dengan tidak semua memeluk pohon yang sama.

"Lima menit benar-benar baik, jika Anda dapat memberi diri Anda lima menit sehari untuk memeluk [sebatang pohon], itu sudah pasti cukup," katanya. "Kamu juga bisa melakukannya berkali-kali sehari - itu tidak akan menyakitkan. Tetapi sekali sehari pasti akan melakukan trik, bahkan hanya untuk beberapa hari. "

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika memeluk pohon, Bergrun Anna Prosteindsdottir, asisten penjaga hutan di Hallormsstaour memberikan rekomendasinya.


"Juga sangat bagus untuk menutup mata Anda saat Anda sedang memeluk pohon," katanya.

"Saya menyandarkan pipiku ke batang dan merasakan kehangatannya yang mengalir ke diri saya. Anda benar-benar bisa merasakannya." (chs)

[Gambas:Video CNN]