Hukum Emosi dan Marah saat Berpuasa

Tim, CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 10:46 WIB
Ilustrasi Marah Ilustrasi. Orang yang berpuasa juga dituntut untuk menahan hawa nafsu termasuk emosi dan amarah. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar. Orang yang berpuasa juga dituntut untuk menahan hawa nafsu dari godaan setan, termasuk emosi dan marah.

Lalu, bagaimana hukum emosi dan marah saat berpuasa? Apakah emosi dan marah membatalkan puasa?

Ustaz Hilman Fauzi menjelaskan, emosi dan marah tidak membatalkan puasa. Orang yang emosi, marah, dan kesal tetap dapat melanjutkan puasanya. Namun, emosi dan marah dapat mengurangi pahala puasa di sisi Allah.


"Hukumnya tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi kesempurnaan pahala puasa," kata Ustaz Hilman kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Hukum ini berlaku pula untuk orang yang membuat kesal atau memicu amarah seseorang. Membuat orang lain kesal saat berpuasa dapat mengurangi amal ibadah puasa.

Hilman menyarankan setiap orang agar dapat mengontrol emosi selama puasa serta menjaga dan melembutkan hati. Pasalnya, salah satu esensi puasa adalah untuk menjaga emosi yang diharapkan terus berlanjut setelah Ramadan.

Terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan ketika emosi atau amarah muncul saat berpuasa.

"Bagaimana caranya? Banyak. Sibukkan Ramadan dengan kegiatan yang tidak memancing emosi, membuat amalan, bikin sesuatu yang bermanfaat. Langsung ambil wudu dan salat sunah dua rakaat," kata Hilman. (ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]