Bagaimana Islam Memandang Sosialisme?

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/05/2020 04:07 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. Ilustrasi. Ada beberapa poin dalam paham sosialisme yang memiliki titik temu dengan Islam dengan memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama bulan Ramadan 2020, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam. Kali ini, tanya jawab seputar Islam berbicara soal pandangan Islam terhadap paham sosialisme.

Tanya
Bagaimana cara Islam memandang sosialisme?

Jawab
Narasumber: Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA


Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertanyaan ini sering muncul di hadapan kita. Ada yang berpendapat bahwa sosialisme itu merupakan paham yang sesuai dengan Islam. Ada juga yang berpendapat bahwa sosialisme bertentangan dengan Islam.

Pengertian sosialisme secara ringkas adalah paham yang mengutamakan unsur-unsur kebersamaan di dalam masyarakat. Sosialisme adalah paham yang mengajarkan kepada manusia bahwa umat manusia memiliki kepentingan yang sama. Karenanya kepentingan yang sama ini harus menjadi perhatian utama dari sistem politik dan sosial yang ada.

Sosialisme juga dilukiskan sebagai paham yang meminimalisasi atau bahkan tidak mengenal kepemilikan pribadi. Yang terakhir ini mungkin bisa disebut sebagai sosialisme radikal, di mana kepemilikan pribadi dihapuskan dan menjadi kepemilikan yang bersifat umum.

Islam adalah agama yang berada di tengah. Agama yang berada di antara prinsip-prinsip kebersamaan dan juga prinsip-prinsip inidividual. Artinya, ada beberapa paham sosialisme yang memiliki titik temu dan kesepahaman dengan ajaran Islam, di mana Islam memperhatikan kepentingan masyarakat banyak. Ini sangat dijunjung tinggi oleh Islam.

Namun demikian, kepemilikan pribadi juga merupakan hal yang tak ditolak oleh Islam. Seorang Muslim boleh memiliki harta dan kekayaan pribadi. Bahkan, hak untuk mendapatkan kepemilikan pribadi dijamin oleh syariat. Salah satu prinsip syariat mengatakan bahwa seorang Muslim berhak untuk mendapatkan harta atau perlindungan yang bersifat bendawi.

Dengan demikian, ada sisi sosialisme yang sinkron dengan ajaran Islam. Tapi, ada juga sisi-sisi sosialisme yang mungkin berjauhan dengan konsep Islam.

Islam datang di tengah-tengah. Islam menghargai prinsip kebersamaan dan individual.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)