Langgar Merdeka, Musala di Solo yang Dulunya Toko Ganja

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 17:19 WIB
Langgar Merdeka Langgar Merdeka di Solo, Jawa Tengah. Musala yang dulunya toko ganja. (Dok. pariwisatasolo.surakarta.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa sangka kalau musala mungil bernama Langgar Merdeka ini dulunya adalah toko ganja.

Langgar Merdeka berada di Jalan Dr Radjiman, kawasan Kampung Batik Laweyan.

Mengutip Pariwisata Solo, sebelum menjadi tempat ibadah masyarakat Islam di Solo, bangunan berwarna hijau ini milik warga keturunan Tionghoa yang menjual candu untuk pengobatan, salah satunya berjenis ganja.


Terlihat di salah satu dindingnya ada tanggal pendirian bangunan, yakni 7 Juli 1877.

Setelah toko obat gulung tikar, bangunan di atas tanah seluas 179 meter persegi ini lalu dibeli oleh H. Imam Mashadi.

Bangunan itu kembali direnovasi menjadi musala pada tahun 1942 dan pembangunannya selesai pada tahun 1946. 

Menteri Sosial pertama Indonesia, Mulyadi Joyo Martono, yang meresmikannya.

Berbeda dengan musala yang berpintu dan jendela terbuka, bangunan Langgar Merdeka serba tertutup, karena dulunya merupakan toko.

Nama Langgar Merdeka diambil dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Konon, nama Merdeka juga merupakan titipan dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Namun pada saat Agresi Militer Belanda ke-dua tahun 1949, namanya berganti menjadi Langgar Al Ikhlas, karena dilarang menggunakan kata 'merdeka' oleh pemerintah Belanda yang tengah menduduki Surakarta.

Setelah Agresi Militer Belanda ke-dua berakhir pada tahun 1950, masyarakat kembali memakai nama Langgar Merdeka.

Sejak 2012, Langgar Merdeka telah ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya.

Penetapan ini melarang setiap orang mengubah atau merusak fisik bangunannya.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)