Carnival Cruise Berencana Kembali Berlayar Awal Agustus

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 14:37 WIB
(FILES) In this file photo taken on March 7, 2020 A Carnival Panorama cruise ship is seen docked in Long Beach, California on, as passengers await onboard for the results of a COVID-19 (Coronavirus) test given to an ill passenger. - Carnival Cruise Line announced on May 4, 2020 that it will resume limited operations from Florida and Texas on August 1 after halting cruises because of the coronavirus pandemic which left some passengers trapped on its ships for weeks. (Photo by Mark RALSTON / AFP) Kapal pesiar Carnival Panorama, salah satu milik Carnival Cruise Line. (AFP/MARK RALSTON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu perusahaan kapal pesiar, Carnival Cruise Line, mengumumkan pada hari Senin (4/5) bahwa mereka akan melanjutkan operasi terbatas dari Florida dan Texas mulai 1 Agustus 2020.

Hingga saat ini, Carnival Cruise Line masih menghentikan kegiatan operasional mereka setelah pandemi virus corona menghantam dunia, dan membuat perjalanan mereka terganggu selama berminggu-minggu.

Pihak kapal pesiar mengatakan, delapan kapal akan melanjutkan pelayaran dari pelabuhan Florida di Miami serta pelabuhan Canaveral dan Galveston di Texas.


Seluruh kegiatan operasional kapal pesiar Amerika Utara dan Australia masih ditunda hingga 31 Agustus.

"Kami mengambil pendekatan yang terukur, fokus dengan layanan di rute yang ramai dan pelabuhan mudah diakses dengan mobil oleh pelanggan," kata juru bicara kapal pesiar dalam pernyataan tertulis, seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (6/5).

Pihak kapal pesiar menekankan bahwa kembalinya kapal pesiar "bergantung pada sejumlah faktor" dan mereka juga "berkomitmen untuk mendukung semua upaya kesehatan masyarakat dalam situasi COVID-19."

"Ketika dimulainya kembali operasi pelayaran - kapan pun itu, sepenuhnya tergantung pada upaya berkelanjutan kami sambil kerja sama dengan pejabat pemerintah federal, negara bagian, lokal dan internasional," lanjutnya.

"Termasuk protokol saat berlabuh, seperti pedoman pertemuan sosial yang ditetapkan," katanya.

Kapal pesiar ini adalah perusahaan induk dari Holland America, yang salah satu kapal pesiarnya tercatat memiliki kasus empat kematian akibat COVID-19.

Kapal pesiar tersebut akhirnya berlabuh di Fort Lauderdale pada bulan Maret, setelah ditolak oleh beberapa pelabuhan lainnya.

Sementara hampir semua penumpang akhirnya dipindahkan dari Zaandam dan kapal-kapal lainnya, puluhan ribu anggota awak tetap berada di atas kapal pesiar di lepas pantai Amerika Serikat (AS).

Ditulis Miami Herald, ada sekitar 100 ribu anggota awak dan beberapa penumpang di kapal pesiar yang berlayar di sekitar perairan AS.

Surat kabar itu menulis, salah satu pejabat perusahaan mengatakan "terlalu mahal" untuk mengatur pemulangan kru.

Pihak kapal pesiar mengatakan kepada Herald bahwa mereka tetap berusaha memulangkan para awak yang ingin pulang ke rumah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan perintah "larangan berlayar" untuk kapal pesiar pada bulan Maret yang akan berakhir pada pertengahan Juli.


[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)