Kemenparekraf Ajak Pelaku Wisata Patuhi 'Protokol Alam'

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 10:23 WIB
Puncak Gunung Merapi dari area Pasar Bubrah, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/17. Puncak Gunung Merapi dari area Pasar Bubrah, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku usaha wisata di Indonesia diajak memanfaatkan momentum penutupan kawasan wisata akibat pandemi virus corona untuk mengevaluasi dan menata ulang bisnisnya, termasuk mulai menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/5), mengatakan pascapandemi diperkirakan akan terjadi kondisi new normal atau tren baru dalam berwisata.

Menurutnya, wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, terutama yang terkait dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta kelestarian alam.


"Hal-hal seperti ini akan menjadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata," katanya.

Frans sebelumnya sempat berbicara dalam ajang 'Ngabuburit Pariwisata Nasional' dengan tema 'Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca COVID-19' yang digelar secara daring, Senin (4/5).

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Anggota Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) M Baiquni, Ketua Umum DPP GIPI Didien Djunaedy, dan Waketum GIPI yang juga anggota ISTC David Makes.

Frans menjelaskan, dalam penerapan pariwisata berkelanjutan sudah terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council.

Indonesia juga secara aktif berkoordinasi dengan UNWTO hingga terbentuknya Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC).

Bahkan, pemerintah juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yakni melalui Permenpar Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Kemenparekraf pun telah memiliki panduan hingga sertifikasi yang bekerja sama dengan universitas.

Usaha tersebut diharapkan dapat menumbuhkan lebih banyak destinasi wisata yang peduli lingkungan di Indonesia.

Hal senada dikatakan David Makes. Menurutnya pariwisata berkelanjutan akan menjadi peluang yang sangat besar ke depan, terutama pascapandemi, karena selain menjadi kebutuhan wisatawan, dari sisi investasi juga tidak terlalu besar.

Ia memberi contoh sungai-sungai di Venesia, Italia, yang biasanya dasar aliran sungai tidak pernah terlihat, namun kini menjadi sangat bening dan banyak ikan bahkan lumba-lumba yang masuk ke dalam area Venesia. Inilah yang harus dikapitalisasi ke depan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga sependapat bahwa arah kebijakan pembangunan berkelanjutan menjadi peluang besar dalam menyambut pariwisata pascapandemi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah siap dan memiliki program pemulihan pariwisata yang salah satunya dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan.

"Tinggal bagaimana konsistensi daerah membuat regulasi. Misalnya, kami membuat peraturan desa, bagaimana sawah tidak boleh dibangun, kemudian di sekitar bandara juga tidak boleh dibangun dan seterusnya," kata Azwar Anas.

(ANTARA/ard)