Studi: Obat Pengencer Darah Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2020 10:30 WIB
Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Kemnaker melakukan rapid test COVID-19 terhadap 1000 pekerja dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional sebagai bentuk kepedulian pemerintah saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. Ilustrasi: Studi tim dokter di Mount Sinai Hospital, New York mendapati obat pengencer darah berpengaruh positif pada pasien Covid-19 berventilator. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Studi terbaru menunjukkan obat pengencer darah dapat membantu menyelamatkan pasien infeksi virus corona (Covid-19) bergejala parah.

Studi ini dilakukan oleh tim dokter di Mount Sinai Hospital, New York. Laporan hasil studi baru saja dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology.

Sejak Maret lalu, tim dokter mengamati perkembangan 2.700 pasien Covid-19 di Mount Sinai. Sebagian pasien diberi obat pengencer darah. Obat pengencer darah adalah obat yang mencegah darah menggumpal atau disebut juga dengan antikoagulan.


Tim dokter mendapati obat tersebut memberikan pengaruh positif, terutama bagi pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator untuk bernapas.


Secara rinci, 71 persen pasien berventilator yang diberikan obat pengencer darah memiliki perkembangan penyakit yang baik. Sebanyak 29 persen meninggal dunia.

Jumlah pasien yang membaik dengan obat pengencer darah ini lebih tinggi ketimbang pasien yang tidak mengonsumsi obat pengencer darah. Sebanyak 63 persen pasien berventilator yang tidak diberi obat pengencer darah meninggal dunia

"Temuan kami menunjukkan bahwa antikoagulan sistemik dapat dikaitkan dengan peningkatan hasil di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit," tulis tim dokter dalam laporan mereka, dikutip dari CNN.

Tim dokter juga tidak menemukan efek samping dari obat pengencer, misalnya masalah perdarahan pada pasien Covid-19.

ilustrasi pilIlustrasi: Tim dokter tidak menemukan efek samping penggunaan obat pengencer darah dalam penanganan pasien Covid-19. (Foto: Istockphoto/ Moussa81)



Temuan lainnya adalah tim dokter mendapati pembekuan darah merupakan faktor utama dalam kematian pasien Covid-19.

"Kami telah melakukan 75 autopsi dan pembekuan adalah masalah, tidak perlu dipertanyakan. Itu dimulai dengan paru-paru, diikuti oleh ginjal, jantung, dan berakhir di otak," kata direktur Mount Sinai Heart, Valentin Fuster kepada CNN.

Belum diketahui secara pasti mengapa virus corona menyebabkan darah menggumpal. Namun, pembekuan darah umumnya merupakan efek samping dari peradangan yang disebabkan oleh sejumlah infeksi.


Selanjutnya, tim dokter masih perlu melakukan sejumlah Langkah untuk mengetahui dosis yang tepat dan obat pengencer darah yang paling baik. Sebelumnya, dokter memberikan dosis dan jenis obat pengencer darah secara acak.

Fuster menyarankan agar dokter yang menangani pasien Covid-19 dapat mencoba opsi memberikan obat pengencer darah.

"Para pasien yang menerima antikoagulan lebih baik daripada mereka yang tidak. Ini sudah memiliki implikasi," ucap Fuster. (ptj/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK