3 Tips Ngemil Lebih Bijak Selama 'di Rumah Aja'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 21:00 WIB
Group of friends eating and drinking at happy hour in the bar Ilustrasi: Kebiasaan ngemil, apalagi saat pandemi, acap tak terkontrol. Padahal ngemil kadang diperlukan tubuh. Berikut tips yang bisa Anda coba. (Foto: Istockphoto/andresr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak bisa dimungkiri, mengonsumsi camilan alias ngemil sudah jadi kebiasaan sebagian masyarakat global. Sebuah studi bertajuk 'The State of Snacking' di 11 negara termasuk Indonesia menunjukkan sebanyak 23 persen masyarakat suka ngemil.

Studi yang dirilis pada 2019 oleh The Mondelez International itu juga menyebut, rata-rata orang Indonesia suka ngemil untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.

Akan tetapi selama masa pandemi virus corona, orang rentan ngemil secara berlebihan. Menurut psikolog klinis Tara De Thouars, ngemil bisa dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil akibat perubahan mendadak dan rasa takut akan pandemi. Model ngemil seperti ini biasa disebut emotional eater.


"Saat tekanan emosional hadir, tubuh seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin beresiko jika dilakukan secara berulang," jelas Tara seperti dikutip dari rilis Mondelez Indonesia yang diterima CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Oleh karena itu, ada beberapa tips agar Anda bisa ngemil dengan lebih bijak selama pandemi sekaligus selama Ramadan.

1. Kenali isyarat tubuh
Khrisma Fitriasari, Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, mengatakan sebaiknya Anda mengenali isyarat tubuh saat timbul keinginan ngemil. Kenali apa ngemil karena lapar atau karena ingin mengembalikan mood.

Tara menambahkan memperhatikan isyarat tubuh juga bagian dari upaya menghindari rasa menyesal setelah ngemil. Kadang keinginan akan camilan tertentu merupakan sinyal tubuh untuk mengkomunikasikan kekurangan nutrisi. Misalnya, keinginan makan camilan serba asin yang dipicu oleh dehidrasi. Ini lebih tepat ditindaklanjuti dengan asupan cairan yang cukup.

Vertigo illness concept. Woman hands on his head felling headache dizzy sense of spinning dizziness,a problem with the inner ear, brain, or sensory nerve pathway.Ilustrasi: Kenali hasrat ngemil Anda, apakah karena lapar dan kekurangan nutrisi atau semata hanya untuk mengembalikan mood yang memburuk. (Foto: Istockphoto/Pornpak Khunatorn)


2. Perhatikan porsi dan waktu
Tara berkata, kebiasaan ngemil sebenarnya bisa jadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh. Asalkan kata dia, jika ngemil dilakukan dengan bijak. Masuk bulan Ramadan kebiasaan ngemil juga perlu disesuaikan.

"Sebagian orang terkadang tidak bisa makan banyak saat sahur atau berbuka sehingga lebih berisiko akan kekurangan asupan kalori. Padahal kebutuhan kalori harian tubuh tetap sama, baik berpuasa atau tidak," imbuh dia lagi.

Waktu ngemil terutama saat Ramadan bisa disesuaikan, misalnya saat berbuka bisa dengan camilan manis tetapi porsi sedikit agar tidak mengganggu makan makan malam.

[Gambas:Video CNN]

3. Memaksimalkan panca indera
Khrisma menyarankan sebaiknya ngemil tidak dibarengi dengan kegiatan lain semisal bermain gawai. Senada dengan Krishma, Tara pun menambahkan sebaiknya kegiatan makan kudapan ini dilakukan secara sadar agar manfaat yang diperoleh bisa maksimal.

"Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitannya. Ajak seluruh indera tubuh Anda terlibat, mulai dari memperhatikan bentuk, mencium aroma, menikmati rasa, hingga sensasi suara saat menggigit atau mengunyah camilan," Tara memberi saran.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]