3 Langkah Menghadapi 'New Normal' di Dunia Kerja

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 20:06 WIB
Annisa Retno Utami (27) melakukan kuliah online di kediamannya di Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu, 21 Maret 2020. Annisa yang merupakan karyawan swasta dan dosen mulai menjalankan WFH sejak 16 Maret 2020. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi. Beberapa langkah perlu diterapkan untuk menghadapi 'new normal' di dunia kerja. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia kerja bersiap menghadapi the new normal atau normal yang baru di masa pandemi infeksi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung. Terdapat beberapa langkah untuk menghadapi new normal di dunia kerja.

New normal di dunia kerja diprediksi bakal membuat banyak orang lebih bergantung pada teknologi. Rapat tatap muka bakal beralih menjadi rapat daring, bekerja juga lebih banyak dari rumah alias work from home (WFH). Perkantoran juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk physical distancing.

Setiap orang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan new normal agar bertahan di dunia kerja.



Berikut 3 langkat beradaptasi menghadapi new normal di dunia kerja.

1. Menerima perubahan
Psikolog klinis Personal Growth Veronica Adesla menjelaskan, langkah pertama untuk menghadapi new normal adalah menerima perubahan yang terjadi.

"Langkah paling pertama accept dulu, terima bahwa perubahan tidak dapat dihindari dan kita harus berpartisipasi bahu membahu di dalamnya untuk kepentingan bersama," kata Veronica kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Menerima berarti meyakini ada perubahan yang terjadi dan tidak menentangnya. Alih-alih merutuki keadaan, sikap menerima ditunjukkan dengan berdamai dan hidup berdampingan dengan perubahan tersebut.

Menerima perubahan yang terjadi dapat membuat seseorang lebih mudah untuk beradaptasi.

2. Menyesuaikan diri
Setelah menerima perubahan, langkah kedua yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Menyesuaikan diri dilakukan dengan cara melakukan hal-hal baru yang sesuai dengan perubahan. Misalnya, belajar kemampuan baru karena new normal mengharuskan penggunaan teknologi.

"Langkah kedua adalah lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sambil mencoba mencari cara untuk belajar menyesuaikan diri, yaitu untuk dapat menguasai berbagai keterampilan baru, membuat rutinitas baru, mengatur waktu," tutur Veronica.

Menyesuaikan diri tak hanya terjadi pada dunia kerja, tapi juga aspek lain yang mendukung pekerjaan.

Passengers wait to board their flight at Christchurch Airport in Christchurch, New Zealand, Thursday, May 14, 2020. New Zealand lifted most of its remaining lockdown restrictions from midnight Wednesday as the country prepares for a new normal. Malls, retail stores and restaurants are all reopening Thursday in the South Pacific nation of 5 million, and many people are returning to their workplaces. (AP Photo/Mark Baker)Ilustrasi. Dalam dunia kerja, new normal bisa berarti lebih banyak memanfaatkan teknologi dalam bekerja dan menerapkan konsep bekerja dari rumah. (AP/Mark Baker)

Misalnya, kesehatan yang prima agar dapat bekerja dengan lancar. Untuk mendapatkan kesehatan yang prima di tengah new normal maka harus dapat menjalani hidup sehat dan seimbang dengan makan teratur, memperbanyak sayur dan buah, menjaga kebersihan, dan sebagainya.

Begitu pula dengan melakukan sejumlah kegiatan lain yang menyenangkan untuk menjaga kesehatan mental. Misalnya, bersosialisasi secara daring, memasak, berkebun, berjoget, istirahat, dan berolahraga.

"Tentunya hal ini mencakup tetap aktif dan produktif yang juga menjadi salah satu kunci untuk tetap sehat mental," ucap Veronica.

3. Kerja sama
Untuk menghadapi new normal di dunia kerja, butuh kerja sama dan saling tolong menolong serta memahami dengan orang terdekat. Di dunia kerja, misalnya, butuh kerja sama saling mendukung dengan kolega, atasan, dan anak buah.

Di rumah, kerja sama dibutuhkan pada setiap anggota keluarga untuk saling berkompromi, membagi waktu, memahami satu sama lain.

"Langkah ketiga adalah langkah yang dapat mendukung tercapainya langkah kedua dengan baik, yaitu kompromi dengan orang di rumah. Seperti misalnya menyepakati waktu untuk family fun time atau pembagian waktu tugas mengurus anak." kata Veronica.

Kerja sama juga dibutuhkan pada kehidupan pertemanan. Saling mendukung dan berbagi cerita dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Menghadapi new normal akan lebih mudah dengan kerja sama. (ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]