SUDUT CERITA

Masak Bareng Tetangga, Momen Guyub Lebaran di Tengah Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 12:29 WIB
Penjual kulit ketupat menata jualannya di Pasar Besar, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (20/5/2020). Menurut pedagang setempat menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1441 H penjualan kulit ketupat masih lesu dan permintaan menurun hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya, akibat terdampak pandemi COVID-19 serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww. Ilustrasi. Penjual kulit ketupat di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selepas sahur pada Kamis (21/5), Bu Etty sudah bersiap hendak keluar rumah. Sekitar pukul 06.00 nanti ia akan ke Pasar Ciputat untuk belanja keperluan memasak menu khas IdulFitri; ketupat, opor ayam, rendang, dan sayur labu.

Jarinya sibuk menulis bahan masak berikut harganya dengan pensil di selembar kertas berwarna pink pinjaman cucunya yang masih SD kelas 6 yang sedang menginap di rumah.

Sesekali kacamata bacanya ia naikkan ke atas hidung membaca dialog di WhatsApp Group perumahannya.


"Bu, jangan lepas masker ya di pasar," kata satu ibu di grup pesan itu.

"Abis megang daging atau sayur langsung pake hand sanitizer bu," celoteh ibu yang lain.

Ibu-ibu yang lain ikut mengirim pesan bernada sama. Ada juga yang mengirim kutipan ayat Alquran soal keselamatan dan titipan beli kulit ketupat lebih yang uangnya dibayarkan nanti.

Bu Etty memang tidak belanja untuk keluarganya sendiri. Nyatanya ia mengemban "tugas negara" untuk membeli kebutuhan memasak patungan sekitar sepuluh kepala keluarga di kompleknya yang berada di Pamulang.

Oleh karena itu Bu Etty tidak pergi ke Pasar Ciputat sendirian. Ia ditemani Bu Ani yang katanya punya tenaga lebih untuk mengangkat barang dan menawar harga sampai murah. Mereka bakal naik motor berboncengan.

Ide memasak menu Lebaran secara patungan dirasa lebih murah dan efektif, apalagi di tengah pandemi virus corona saat ini. Selain menghindari banyak orang ke pasar, sistem patungan juga dirasa lebih hemat bagi orang yang keuangannya seret selama PSBB berlangsung.

"Memasak ketupat itu paling boros gasnya. Bisa sampai setengah tabung sendiri. Kalau rame-rame kan jadi lebih hemat gasnya," kata Bu Etty. Satu orang bisa menyumbang minimal Rp200 ribu untuk mendapat sepuluh ketupat, sepuluh daging rendang, dan sayur labu untuk porsi sepuluh orang. Kalau ingin lebih banyak, bisa tambahkan nominal uangnya.

Jika Bu Etty dan Bu Ani ke Pasar Ciputat, ibu-ibu yang lain bertugas menyiapkan lokasi memasak yang lengkap dan nyaman.

Lapangan komplek di sudut Pohon Mangga menjadi pilihannya. Segala peralatan masak dikeluarkan, mulai dari golok untuk memotong daging, sampai panci besar berpantat gosong untuk menggodok sayur.

Acara masak-masak jelang Lebaran di salah satu perumahan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (23/5/2020). (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)Acara memasak di bawah Pohon Mangga. (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)

Masak sesuai hilal

Acara masak bersama sepakat digelar usai pengumuman resmi IdulFitri dari pemerintah. Sebelum itu semua bahan masak disimpan di kulkas.

Beruntungnya pemerintah resmi mengumumkan IdulFitri pada Minggu (24/5). Kalau tidak jadi Lebaran minggu ini dan bahan masak terlanjur busuk, Bu Ani mengatakan dengan nada bercanda bahwa ia siap menggeruduk Istana Negara.

Pada Sabtu (23/5) acara masak-masak resmi digelar sejak pukul 07.00. Ibu-ibu asyik lesehan di atas terpal plastik sembari berbincang. Masker dan hand sanitizer tersedia di dekat mereka.

Obrolan soal Pasar Ciputat yang masih ramai dan orang-orang yang seakan tak takut virus corona menjadi topik utama. Bu Etty dan Bu Iin berkali-kali mengucap kalimat bersyukur karena mereka bisa datang ke pasar sebelum suasana menjadi semakin padat kemarin.

"Bukan gosip ya, kan puasa masih sehari," kata seorang ibu yang sedang memotong kacang pancang sambil tertawa.

Nyatanya ada saja satu atau dua topik mengenai "tetangga di pojok" yang tak ikut patungan. Sebagian ibu-ibu menahan diri memilih kalimat yang tak berujung ghibah, sebagian lagi menimpalinya dengan ajaran agama soal pentingnya silaturahmi dan toleransi.

Bapak-bapak berada di pinggir lapangan, kali ini mereka gantian menjaga anak-anak. Terkadang mereka diminta menyalakan api kompor, membawakan cobek batu, atau membeli keperluan remeh yang lupa dibeli di pasar.

Kalau sedang tidak sibuk mereka ikut bermain layangan bersama anak-anak.

"Bapak cuma khawatir masak-masak begini rasanya pada ga sama nih, ada yang asin ada yang hambar hahaha...," canda Pak Machdi yang sedang main layangan langsung disambut sorakan ibu-ibu.

Acara masak-masak jelang Lebaran di salah satu perumahan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (23/5/2020). (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)Bapak-bapak bertugas menjaga anak-anak. (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)

Lebaran di tengah PSBB

Kalau masak bersama masih bisa dilakukan, tidak dengan Salat Id. Bu Etty dan lainnya sepakat untuk tidak ikut salat berjemaah meski akan digelar secara "diam-diam" di salah satu masjid dekat kompleknya.

Protokol kesehatan pengelola masjid yang dipertanyakan menjadi buah keraguan mereka yang memilih Salat Id di rumah.

Kawasan Pamulang yang masuk wilayah Tangerang Selatan, Provinsi Banten, masih menjalani PSBB hingga batas waktu yang ditentukan.

PSBB itu merupakan tahap kedua yang diberlakukan setelah tahap pertama yang berakhir pada 1 Mei.

Hingga Sabtu (23/5), Provinsi Banten memiliki 768 kasus virus corona. Sebanyak 172 orang dinyatakan sembuh dan 66 orang dinyatakan meninggal dunia.

Di tengah acara masak-masak seorang ibu dipanggil anaknya untuk menerima paket belanja dari salah satu tempat belanja online.

"Waduh belanja terus nih ye, padahal kite kagak Lebaran ke mane-mane ye," goda seorang ibu yang langsung disambut tawa ibu-ibu lainnya.

Agenda silaturahmi ke keluarga besar mungkin terkendala selama pandemi virus corona berlangsung pada Lebaran tahun ini. Namun kegiatan guyub antar tetangga seperti acara masak bersama ini bisa menjadi penebus rindu untuk berkumpul dengan orang terdekat. (ard/ard)

[Gambas:Video CNN]