Pangandaran Dibuka Pekan Depan, Turis Wajib Bawa Surat Sehat

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2020 16:36 WIB
Warga melihat kapal penangkap ikan FV.Viking berukuran 1.322 GT yang akan diledakan dan dikandaskan di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Senin, 14 Maret 2016. Kapal Viking merupakan kapal tanpa kebangsaan yang telah lama melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal diberbagai belahan dunia. CNN Indonesia/Safir Makki Ilustrasi pantai pangandaran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana membuka kembali objek wisata di daerah tersebut pada Jumat (5/6) karena masuk zona biru penyebaran virus corona.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke diharuskan membawa surat keterangan sehat.


Sejak pertengahan Maret lalu, Pemkab Pangandaran menutup seluruh objek wisata yang ada di daerah tersebut untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).



"Pangandaran itu masuk level zona biru (penyebaran Covid-19), yang di antaranya bisa membuka pariwisata dengan ketentuan protokol kesehatan. Rencana akan kita buka objek wisata Jumat depan, sekarang kita menggodok dasar hukum untuk penerapan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Untung Saeful saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (30/5).


Untung menyebut, salah satu syarat bagi wisatawan yang ingin berkunjung adalah dengan membawa surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Ketentuan ini akan berlaku di semua objek wisata di Pangandaran.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian


"Pemeriksaan surat keterangan sehat dilakukan di perbatasan Pangandaran serta pintu masuk masuk kawasan obyek wisata," ucap dia.


Jika rencana membuka objek wisata tersebut diterapkan pada Jumat nanti, Untung mengatakan pihaknya juga masih melakukan pembatasan, yakni khusus bagi penduduk Jawa Barat, serta tidak diperbolehkan secara rombongan.



"Sementara 7 hari pasca dibukanya pariwisata Pangandaran mulai Jumat depan, rencananya itu khusus penduduk Jawa Barat dulu. Nanti dievaluasi lagi. Yang kedua juga belum menerima tamu yang sifatnya rombongan," kata dia.


Selain itu, ia mengatakan kebijakan membuka kembali objek wisata tersebut juga akan diiringi dengan pembukaan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya.

"Contoh hotel itu dibuka, dengan ketentuan tamu yang diterima 50 persen dari kapasitas kamar yang tersedia. Untuk restoran menerima kunjungan 30 persen dari fasilitas meja kursi yang ada," kata dia. (yog/dea)

[Gambas:Video CNN]