Lockdown Inggris Dilonggarkan, Camden Market Kembali Dibuka

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 12:12 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 23: A general view of shopping at Camden Market ahead of the London 2012 Olympic Games on July 23, 2012 in London, England.   Streeter Lecka/Getty Images/AFP Ilustrasi. Suasana ramai di Camden Market sebelum pandemi virus corona melanda dunia. (Streeter Lecka/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Camden Market, salah satu pasar yang terkenal di London, Inggris, dibuka kembali dengan penuh kehati-hatian pada Senin (1/6) untuk pertama kalinya setelah penutupan selama 10 minggu, dengan para pemilik toko bersemangat menyambut pelanggan kembali.

Salah satu pemilik toko, Pitta Alon Sharmir mengatakan, dia "tidak memiliki harapan" tentang kembali ramainya Camden selama beberapa minggu ke depan.

"Saya sangat gembira - sangat bahagia! ... hanya untuk melihat orang-orang, hanya untuk melihat bahwa pasar dibuka lagi," katanya seperti yang dikutip dari AFP.


Turis biasanya memadati ruas jalanan dan gang di Camden, yang disesaki beragam toko pakaian, tempat makan, dan panggung musik yang ramai.

Tetapi pada Senin pagi, orang-orang yang melintas hanyalah pemilik toko, pembersih jalan dan beberapa warga setempat.

John Jellesmark dan pacarnya Rikkie Andersen, yang berasal dari Denmark tetapi tinggal di dekat Camden, datang untuk melihat tempat yang buka.

"Kondisi sangat berbeda dari biasanya. Ini masih sangat lambat, sepertinya pasar baru kembali terbangun," katanya kepada AFP.

Harapan dari penantian panjang

Camden Market menutup pintunya pada 23 Maret, ketika Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan penduduk wajib berdiam di rumah demi membendung penyebaran coronavirus.

Hingga saat ini, setidaknya 39 ribu orang telah meninggal karena virus Covid-19 di Inggris, negara dengan di Eropa dengan kasus terburuk.

Meskipun demikian, pemerintah Johnson telah mulai mengurangi penguncian, dengan beberapa siswa kembali ke sekolah dan pasar luar ruangan, seperti Camden, yang kembali dibuka pada pekan ini.

Sebagian besar toko tidak diizinkan buka selama dua minggu lagi, tetapi beberapa toko di Camden telah bersiap-siap.

Mario Warner mengecat ulang bagian luar toko pakaiannya dan staf dilatih tentang cara menjaga jarak sosial.

"Kami mulai melihat harapan. Kita tidak sabar lagi!" katanya.

Camden Town, LondonKeramaian di Camden Market sebelum pandemi virus corona melanda dunia. (Dok. Olivia Drost)

Pengunjung lokal berdatangan

Saat makan siang, pengunjung mulai datang untuk mengisi dari tempat-tempat makan yang menyajikan beragam menu dari banyak negara, mulai dari India sampai Asia.

Di dekat pintu masuk pasar, tempat penjualan falafel terlihat ramai pembeli.

"Ada banyak wajah yang dikenal, banyak pelanggan setia yang kembali datang," kata manajer, Stephan, mengenakan masker.

Warga setempat, Magdalena, baru tahu bahwa Camden sudah buka kembali ketika dia berjalan-jalan di sana.

"Sangat menyenangkan melihat beberapa toko kembali buka," katanya, dengan menentang jus buah di tangannya. "Itu membuat saya sedikit gembira."

Berdiri di dekat restoran Indonesia-nya, John Knowles, tidak yakin sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka kembali.

Dia mengkritik pendekatan Johnson, dengan mengatakan: "Mereka melonggarkan penguncian terlalu cepat. Saya tidak berpikir populasi siap untuk itu."

Tetapi dia merasa perlu mencoba untuk memulai kembali bisnisnya, sekaligus ingin mendukung pasar, setelah pemiliknya menangguhkan tagihan sewa selama penguncian.

Sampai para turis mancanegara kembali, Camden akan berusaha untuk menarik kedatangan pengunjung lokal - dan beberapa pedagang bersikeras daya tariknya masih sama.

Stephan menunjuk ke seorang pengamen di jalan, pengingat warisan musik Camden, yang menjadi tuan rumah patung untuk mendiang penyanyi lokal Amy Winehouse.

"Nuansa di sini masih sama, tetap terasa kreatif dan ceria," katanya.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]