Pahlawan Penyelamat Tas Mewah dari Serbuan Penjarah

tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 19:22 WIB
This May 22, 2018, photo shows the new Gucci space among vendors on the revamped second floor devoted to beauty at Saks Fifth Avenue in New York. Italian fashion house Gucci is launching $1.5 million in U.S. university scholarships aimed at reaching students who are ''traditionally underrepresented'' in the fashion industry. The scholarship program is part of Gucci's multi-pronged response to the uproar over an $890 sweater that resembled blackface. (AP Photo/Bebeto Matthews) ilustrasi: Di balik aksi penjarahan yang terjadi saat aksi protes George Floyd ada sekelompok orang yang berjiwa pahlawan menyelamatkan sejumlah tas mewah. (AP Photo/Bebeto Matthews)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produk fashion mewah jadi serbuan para penjarah saat aksi protes kematian George Floyd di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Namun, di balik aksi penjarahan itu ada sekelompok orang yang berjiwa pahlawan menyelamatkan sejumlah tas mewah.

Para penjarah merampok barang-barang mewah di kawasan SoHo, Amerika Serikat. Mereka menjarah barang-barang mewah salah satunya adalah tas tangan Gucci.

Tas-tas itu dimasukkan ke dalam plastik hitam besar, agar dikira sampah oleh orang lain. Setidaknya terdapat 10 kantong plastik hitam besar yang diisi puluhan tas mahal berada di jalanan.


"Kantong sampah itu diisi dengan tas Gucci, nilainya ratusan ribu dolar (miliaran rupiah)," kata seorang saksi mata Rhonda Roland Shearer kepada New York Post.

Saat itulah, para pekerja konstruksi datang menyelamatkan tas-tas tersebut. Pekerja konstruksi dari JLJ Enterprises itu menemukan tumpukan plastik yang awalnya mereka kira sebagai sampah di Wooster Street sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat.


Namun, salah seorang pekerja, Nick penasaran dan bertanya kepada seorang pria yang ada di tempat itu.

"Saya bertanya apa yang ada di plastik tersebut. Mereka bilang bukan apa-apa," kata Nick yang berusia 23 tahun.

Nick dan beberapa temannya lalu melihat plastik itu dan terkejut saat menemukan plastik itu ternyata berisi tas dan sepatu mahal merek Gucci. Nick memperkirakan nilai barang mewah itu mencapai US$100-200 ribu atau lebih dari Rp1,4 miliar.

Nick lalu mencoba merebut tas tersebut, tapi aksinya justru menyulut amarah para penjarah. Nick sempat menghubungi polisi, tapi aparat tak kunjung datang.

"Mereka mengajaka kami berkelahi. Mereka berkata, 'saya mencoba untuk memberi makan keluarga saya,'" ucap Nick.

Ide kreatif Nick pun muncul. Dia menyalakan ekskavator dan mengangkut plastik-plastik hingga setara dengan lantai tiga gedung. Tas plastik itu lantas melayang di ketinggian.

Alhasil, para penjarah tak bisa menggapai plastik berisi tas mewah itu. Para penjarah akhirnya kewalahan dan meninggalkan lokasi. Nick dan pekerja konstruksi lainnya mengembalikan tas mewah itu rumah mode Gucci.


Namun Nick kecewa karena aksinya tak diberi apresiasi oleh pihak Gucci. Dia hanya menerima ucapan terima kasih dari satpam penjaga toko.

"Kami memberikan semua barang dan nyaris dipukuli, tapi mereka hanya menawari segelas teh atau kopi. Tak ada tawaran diskon," kata Nick.

Gucci hingga saat ini belum memberikan tanggapan.

[Gambas:Instagram]

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]