Label Fesyen Sport Rilis Kampanye Antirasisme 'Don't Do It'

CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 06:55 WIB
Protesters and police face each other during a rally for George Floyd in Minneapolis on Tuesday, May 26, 2020. Four Minneapolis officers involved in the arrest of the black man who died in police custody were fired Tuesday, hours after a bystander’s video showed an officer kneeling on the handcuffed man’s neck, even after he pleaded that he could not breathe and stopped moving. (Richard Tsong-Taatarii/Star Tribune via AP) Aksi protes atas tewasnya George Floyd di Minneapolis pada Selasa (26/5). (AP/Richard Tsong-Taatarii)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu label fesyen olahraga, Nike, telah mengambil sikap menentang rasisme dalam kampanye "Don't Do It (Jangan Lakukan Itu)", lawan kata dari frase terkenal mereka "Just Do It", setelah protes terhadap kebrutalan polisi yang menewaskan George Floyd berlangsung di seluruh Amerika Serikat.

"Untuk sekali, Don't Do It ... Jangan berpura-pura tidak ada masalah di Amerika," kata Nike dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter pada Jumat (29/5) malam.

Pesan itu datang ketika pengunjuk rasa di seluruh Amerika Serikat turun ke jalan menentang perlakuan terhadap George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang meninggal di tangan polisi di Minneapolis pada awal pekan ini.


Sebagai tanda solidaritas yang langka, pesaing Adidas membalas cuitan video itu dengan pesan yang menyatakan: "Bersama adalah cara kita maju. Bersama adalah cara kita membuat perubahan."

Kematian Floyd pada hari Senin (25/5) terekam dalam video ponsel yang mengerikan dan kini viral di seluruh dunia, di mana seorang polisi bernama Derek Chauvin menekan lututnya di leher Floyd selama hampir sembilan menit hingga ia kehabisan napas dan tewas di tempat, sementara tiga petugas lainnya berdiri di sekitarnya.

"Jangan berpaling dari rasisme. Jangan menerima nyawa tidak bersalah diambil dari kami. Jangan membuat alasan lagi. Jangan berpikir ini tidak mempengaruhi Anda," kata Nike dalam video, di mana putih kata-kata muncul di latar belakang hitam.

Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di Detroit juga telah memakan korban.

Pria berusia 19 tahun tewas ditembak dalam unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd di Detroit, Amerika Serikat Jumat (29/5) malam waktu setempat. Insiden itu terjadi setelah tembakan dilepaskan ke kerumunan pengunjuk rasa.

Kepolisian setempat membenarkan insiden tersebut.

Melansir CNN pada Sabtu (30/5), polisi mengatakan tembakan itu dilakukan seseorang tak dikenal dari Sport Utility Vehicle (SUV) Dodge Durango berkelir abu-abu. Korban kemudian meninggal di rumah sakit.

Namun polisi belum mengkonfirmasi apakah korban yang tewas tertembak itu bagian dari pengunjuk rasa atau tidak. Petugas hanya memastikan penembakan terjadi di pusat kota tempat berlangsungnya protes. Kini aparat masih melakukan penyelidikan.



(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]