Tak Lagi Bebas Pesan Minuman Beralkohol di Pesawat

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 10:25 WIB
A man walks through a departure floor of the international terminal at Haneda airport in Tokyo on April 3, 2020. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP) Suasana sepi di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang, pada 3 April 2020. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah maskapai penerbangan telah mengurangi hingga meniadakan menu minuman beralkohol, demi meminimalkan interaksi antara awak kabin dan penumpang di era new normal.

Penghapusan menu minuman alkohol juga membuat penumpang tak perlu terlalu sering ke toilet.

Meski minuman beralkohol - bersama dengan minuman panas, tak lagi bebas dipesan, namun air mineral tetap disediakan, dengan alasan penumpang tak perlu berlama-lama membuka masker saat menikmatinya.


Easyjet

Maskapai penerbangan bertarif murah di Inggris, Easyjet, telah melanjutkan rute domestik di Inggris dan Prancis pada 15 Juni, di samping beberapa rute internasional.

Penumpang boleh membawa makanan dan minuman non-alkohol ke dalam kabin. Satu-satunya minuman yang ditawarkan dalam penerbangan adalah air mineral, yang harus diminta dari awak kabin.

Layanan makanan akan dilanjutkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Awak kabin juga akan mengelola penggunaan fasilitas toilet untuk mengurangi antrean.

Virgin Atlantic

Virgin Atlantic akan memberikan penumpang "Paket Kesehatan," lengkap dengan masker wajah, lap, dan hand sanitizer.

Maskapai ini juga menghapus menu minuman beralkohol dalam penerbangannya.

KLM

Maskapai asal Belanda, KLM, telah menangguhkan penjualan minuman panas dan beralkohol, tetapi penumpang masih bisa meminta lebih banyak air dan minuman ringan kepada kru.

Menu itu dapat diminta di samping minuman yang telah dikemas dan disajikan di setiap kursi penumpang.

Makanan panas hanya akan disajikan pada penerbangan lebih dari sembilan jam.

British Airways

Maskapai berbendera Inggris, British Airways, menangguhkan menu minuman beralkoholnya dalam penerbangan ekonomi jarak pendek.

Sebagai gantinya di mana pelanggan akan ditawarkan camilan dengan sebotol air mineral.

Makanan khusus, termasuk makanan anak-anak, untuk sementara tidak disediakan.

Ryanair

Maskapai berbiaya mural asal Irlandia, Ryanair, juga telah melanjutkan jadwal penerbangan terbatas.

Semua makanan sudah dikemas sebelumnya dan harus dipesan terlebih dahulu sebelum terbang.

Minuman beralkohol dihapus dari menu bersama dengan menu minuman panas sepanjang Juli.

Delta Airlines

Delta Airlines tidak menyajikan menu minuman beralkohol pada penerbangan domestik atau di kawasan Amerika.

Tetapi bir, wine, dan minuman beralkohol lainnya masih dapat ditemukan di rute penerbangan internasional.

American Airlines

Maskapai ini membatasi layanan makanan dan minuman di kabin utama sesuai dengan durasi dan rute dan tujuan penerbangan.

Menu minuman beralkohol tetap disajikan dalam penerbangan internasional jarak jauh untuk penumpang kelas utama.

Cathay Pacific

Maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific, masih menyajikan menu minuman di seluruh penerbangan, tetapi makanan yang dipesan atau minuman yang dituang ditiadakan.

Virgin Australia

Virgin Australia memberi air dan camilan gratis untuk seluruh penumpang, tetapi saat ini pembelian makanan dan minuman tambahan selama penerbangan tidak tersedia.

Infografis 10 Persiapan Wisata Era New NormalInfografis 10 Persiapan Wisata Era New Normal. (CNN Indonesia/Fajrian)

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]