Hobi Bantu Temukan Karier yang Tepat untuk Anda

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 09:15 WIB
cross-stitched pillow in female hands Ilustrasi. Lebih dari sekadar medium stress release, jika dikelola dengan baik, bukan tak mungkin hobi bisa menjadi pilihan karier yang tepat bagi Anda. (iStockphoto/AndreyCherkasov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang menjadikan hobi sebagai salah satu cara untuk mengatasi stres. Padahal, hobi tak sekadar wadah stress release. Lebih dari itu, hobi bisa menuntun Anda untuk menemukan masa depan, termasuk karier yang tepat.

Memiliki satu atau lebih aktivitas yang disukai adalah berkah. Hobi membuat Anda tetap 'waras' di tengah ingar-bingar dunia. Jika dikelola dengan baik, bukan tak mungkin jika hobi bisa menjadi karier yang tepat bagi Anda.

"Bermula dari hobi, lalu menemukan kenyamanan. Lalu, kita akan ngulik [hobi] lebih lanjut. Kemudian hasilnya [mengulik hobi] bisa mendukung professional development kita," ujar psikolog Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, dalam webinar bersama HiLo Active, beberapa waktu lalu.


Professional development merupakan salah satu hal penting dalam setiap perkembangan manusia. Nadya menjelaskan bahwa hidup seseorang terbagi ke dalam beberapa fase. Pada setiap fasenya, seseorang akan memiliki tugas perkembangan.

Pada dewasa aktif, tugas perkembangan yang diemban di antaranya menciptakan mimpi dan memasukkannya dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan karier, dan menjalin hubungan romantis. Hobi, lanjut Nadya, bisa menjadi salah satu cara bagi kelompok dewasa aktif untuk melakoni tugas perkembangannya.

Toh, tak ada yang salah dengan menjadikan hobi sebagai jalur karier. Dalam 10-15 tahun terakhir, sebut Nadya, tren karier tak selalu harus berkembang ke atas. "Karier juga bisa berkembang ke samping," kata dia.

Ilustrasi memanggang kueIlustrasi. Melalui hobi, seseorang dapat menciptakan kariernya sendiri. (Picjumbo/Viktor Hanacek)

Artinya, karier tak selalu terpaku pada kenaikan jabatan dalam dunia kerja. Lebih dari itu, karier juga bisa diartikan sebagai eksplorasi dan pengembangan diri sesuai apa yang disukai.

Nadya mencontohkan hal tersebut dengan banyaknya orang-orang yang menjalani kariernya tanpa mengikuti jejak keilmuan atau bidang studi yang diambilnya saat kuliah.

"Banyak, lho, sekarang orang-orang yang seperti itu. Mereka yang sebenarnya punya basic sebagai seorang psikolog, lalu jadi chef. Tak ada yang salah, apalagi jika dia memang benar-benar menyukai dan mengeksplorasi hobi memasaknya," kata Nadya.

Nadya mengatakan bahwa karier seseorang ditentukan secara subjektif. "Kalau kita menyukainya [pekerjaan atau apa yang dilakukan], kita sangat mungkin bisa berkembang," ujar Nadya. Ini-lah mengapa hobi bisa menuntun Anda untuk menemui jalur karier yang tepat.

Untuk itu, Nadya mengingatkan, dalam hal ini, eksplorasi hobi menjadi sangat penting. Pasalnya, melalui eksplorasi hobi, seseorang bisa menciptakan kariernya sendiri. 

Menemukan Hobi Bukan Perkara Sulit

Nadya mengatakan bahwa menemukan hobi bukan perkara sulit, apalagi bagi kelompok dewasa. Orang dewasa disebutnya akan lebih mudah dalam menemukan hobi atau mengenali apa yang diinginkan.

Kelompok dewasa muda, kata Nadya, umumnya memiliki kemampuan berpikir reflektif yang matang. Berpikir reflektif berarti menghadirkan pemaknaan dan evaluasi terhadap setiap apa yang dilakukan.

"Dalam sesuatu selalu ada pemaknaan dan evaluasi. Kenapa saya suka dan kenapa saya tidak suka. Dari situ kita bisa menarik kesimpulan," kata Nadya. Kesimpulan ini-lah yang kemudian dapat menunjukkan apa hobi Anda yang sebenarnya.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]