KKP Soroti Video Viral Turis Menyakiti Hiu Paus di Pasuruan

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 15:02 WIB
Sejumlah warga bermain bersama Hiu Paus (Shark Whale) di Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (6/4). Ketersediaan makanan yang cukup dan kualitas air laut yang baik membuat tujuh ekor Hiu Paus sering datang ke lokasi tersebut. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/ama/16 Ilustrasi. Sejumlah warga bermain bersama Hiu Paus (Whale Shark) di Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belum lama ini beredar video di media sosial mengenai perahu wisata yang menabrak Hiu Paus (Whale Shark) di perairan Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam video yang viral itu, diduga bahwa perahu sengaja ditabrakkan ke Hiu Paus agar penumpang bisa melihat dan memegangnya.

Atas kejadian tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan kepada masyarakat yang mengikuti wisata mengamati mamalia laut yang dilindungi itu agar menghindari perlakuan yang tidak patut.


Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono menyatakan pihaknya langsung bergerak menelusuri pemilik dan penumpang perahu wisata terkait video viral tersebut.

"Hiu Paus adalah jenis ikan yang dilindungi penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Menurut pedoman wisata Hiu Paus yang disusun KKP, pengunjung tidak diperkenankan menyentuh Hiu Paus. Saat mengamati Hiu Paus, perahu harus menjaga jarak minimum 30 meter dari Hiu Paus," tegas Aryo, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (25/6).

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso dalam keterangannya di Denpasar, Rabu (24/6), menyampaikan bahwa saat ini Tim Respon Cepat BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Jatim sedang melakukan langkah-langkah koordinasi dan pengumpulan bahan dan keterangan atas laporan yang beredar di media daring dan televisi nasional.

"Pengumpulan bahan dan keterangan dilakukan dengan menghubungi Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Malang yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Pasuruan, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Satuan Polair Polres Pasuruan terkait," ujar Yudi.

Yudi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, seminggu yang lalu ada masyarakat yang berwisata di perairan Pasuruan tepatnya di utara perairan Kraton dan mereka berusaha untuk memegang Hiu Paus tersebut.

"Satuan Polair Pasuruan sampai saat ini masih menyelidiki penumpang serta pemilik kapal atau perahu wisata tersebut," ungkapnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, KKP akan mengadakan pembinaan dan sosialisasi berupa pemasangan himbauan, melakukan pendataan kemunculan Hiu Paus dalam bentuk kalender, dan membuat kesepakatan dengan pemilik perahu wisata untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

"KKP akan terus bersinergi dengan berbagai pihak agar wisatawan, operator tur, dan pemilik perahu wisata dapat memahami dan mematuhi code of conduct wisata Hiu Paus," ucap Yudi.

Perairan Pasuruan merupakan salah satu habitat Hiu Paus.

Mamalia laut ini sering muncul di sepanjang wilayah perairan Porong Sidoarjo sampai dengan perairan Lekok, Pasuruan.

Kemunculan Hiu Paus di perairan ini kemungkinan mencari makan berupa plankton yang berada di pesisir dengan perairan yang relatif dangkal.

Pada bulan Juni 2020, Satuan Polair Polres Pasuruan mendata lebih dari 100 kemunculan Hiu Paus baik sendiri atau bergerombol.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)