7 Mitos soal Tabir Surya yang Perlu Diketahui

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 09:18 WIB
Woman hand apply sunscreen on the beach Ilustrasi. Berbagai mitos yang tersebar membuat banyak orang melakukan kesalahan saat menggunakan tabir surya. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paparan sinar ultraviolet berlebih meningkatkan risiko kanker kulit. Penggunaan tabir surya menjadi salah satu solusi untuk mencegahnya. Sayang, berbagai mitos yang tersebar membuat banyak orang melakukan kesalahan saat mengaplikasikan tabir surya.

Pada dasarnya, tabir surya bekerja dengan mencegah paparan sinar matahari berlebih masuk ke dalam kulit dan merusaknya, utamanya terhadap sinar ultraviolet A dan B. UVA diketahui berkontribusi terhadap penuaan dini, sementara UVB dapat menimbulkan rasa terbakar pada kulit.

Hingga saat ini, masyarakat mempercayai beberapa hal yang salah kaprah soal tabir surya. Alih-alih melindungi kulit, penggunaan tabir surya hanya akan berujung sia-sia.


Mengutip Huffington Post, berikut berbagai mitos soal tabir surya.

1. Foundation yang mengandung SPF sudah cukup

Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan foundation yang mengandung SPF sudah cukup untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, anggapan itu salah kaprah.

Pada umumnya, produk kosmetik mengandung SPF 15-25. Jumlah itu tak dapat memberikan perlindungan maksimal pada kulit terhadap paparan sinar matahari.

"Untuk mendapat perlindungan yang baik, gunakan tabir surya secara mandiri dengan kandungan SPF 30 atau lebih. Gunakan sebelum Anda mengaplikasikan makeup," ujar ahli dermatologi Jessica Weiser.

2. Cuaca dingin atau hujan tak perlu tabir surya

Karena dikenal untuk mencegah paparan sinar matahari berlebih, tabir surya dianggap tidak diperlukan saat cuaca sedang dingin atau hujan. Namun, anggapan ini jelas salah kaprah.

Sinar ultraviolet hadir sepanjang hari, baik saat cuaca panas atau sebaliknya. Dengan demikian, penting untuk menggunakan tabir surya setiap waktu.

Paparan sinar ultraviolet hanya akan hilang setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit.

3. Mengaplikasikan tabir surya cukup hanya di pagi hari

Tabir surya hanya mampu bertahan dengan fungsi maksimal selama dua jam pada kulit kering. Pada kulit yang lebih basah, tabir surya hanya bertahan 40-80 menit. Anda disarankan setidaknya untuk mengenakan tabir surya setiap dua jam sekali.

4. Perlindungan tabir surya bersifat kumulatif

Kandungan SPF dalam tabir surya dianggap bersifat kumulatif. Artinya, jika Anda menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF 20 dan SPF 30, maka Anda mendapatkan perlindungan selayaknya yang diberikan tabir surya SPF 50.

Ilustrasi cuaca cerahIlustrasi. Tabir surya menjadi solusi untuk mencegah bahaya akibat paparan sinar matahari berlebih. (Skitterphoto)

Weisser mengatakan bahwa hal tersebut tak sepenuhnya benar. Kedua tabir surya dengan kandungan SPF yang berbeda akan bersifat kumulatif jika diterapkan secara merata. Namun, agak sulit untuk menggunakannya secara merata.

"Angka-angka dalam SPF tidak kumulatif karena setiap produk memblokir persentase tertentu dari UVB. Menerapkan SPF 20 diikuti oleh SPF 30 akan memberikan perlindungan yang sama seperti SPF 30 saja," jelas Weisser.

5. Kulit yang tak terbakar tanpa SPF berarti sehat

Mitos ini muncul akibat kebiasaan banyak orang melakukan tanning. Tanning pada dasarnya merupakan matinya sel-sel kulit. Weisser mengatakan bahwa tak ada yang aman dari proses tanning.

"Tanning apa pun adalah tanda akumulasi kerusakan sel-sel kulit akibat sinar UV," jelas Weisser.

6. SPF rendah sudah cukup

Mitos ini tidak sepenuhnya benar, tapi tak sepenuhnya juga salah. Kandungan SPF yang tepat tergantung pada sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan seberapa banyak paparan yang masuk.

Ada cara mudah untuk mengetahui apakah Anda telah menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF yang tepat. Jika kulit berubah warna menjadi merah muda di bawah sinar matahari dengan tabir surya yang Anda gunakan, berarti Anda perlu meningkatkan kandungan SPF.

Kendati demikian, secara umum, Anda disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 agar aman. SPF 30 cukup untuk melindungi kolagen dan menjaga kulit tampak lebih muda.

7. Tabir surya menyebabkan kanker

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan bahwa tabir surya dapat memicu kanker. Sebuah studi menemukan bahwa oxybenzone-bahan umum dalam tabir surya-ditemukan berada dalam aliran darah selama 21 hari. Namun, hal tersebut belum secara langsung dikaitkan dengan kanker.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan untuk tidak menggunakan tabir surya dengan bahan oxybenzone.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK