Mengenal Priapisme yang Dialami Pasien Corona Prancis

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 12:21 WIB
A victim of the Covid-19 virus is evacuated from the Mulhouse civil hospital, eastern France, Monday March 23, 2020. The Grand Est region is now the epicenter of the outbreak in France, which has buried the third most virus victims in Europe, after Italy and Spain. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness. (AP Photo/Jean-Francois Badias) Ilustrasi: Seorang pria di Prancis mengalami priapisme saat dirawat akibat Covid-19. Priapisme merupakan ereksi berkepanjangan hingga lebih 4 jam. Biasanya ereksi terjadi karena rangsangan seksual, namun tidak dengan kondisi priapisme. (Foto: AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria 62 tahun di Prancis mengalami kondisi priapisme saat dirawat akibat Covid-19. Priapisme pada pasien corona ini diyakini sebagai kasus pertama terkait efek samping dari virus yang hingga Jumat (3/7) telah menginfeksi lebih 10.840.000 orang di dunia.

Lantas, apa itu priapisme?

Priapisme merupakan ereksi berkepanjangan hingga lebih dari 4 jam. Biasanya ereksi terjadi karena rangsangan seksual, tetapi tidak demikian dengan priapisme.


Mengutip dari WebMD, ereksi tidak akan terjadi tanpa aliran darah yang baik. Secara normal, saat pria terangsang, pembuluh arteri pada pelvis dan penis akan longgar sehingga lebih banyak darah mengalir mengisi jaringan pada penis.

Pada saat bersamaan, katup pada pembuluh vena tertutup sehingga darah terperangkap dan mengakibatkan ereksi.

Kemudian saat sensasi rangsangan hilang, katup pembuluh vena terbuka, darah mengalir keluar jaringan dan penis pun kembali seperti semula. Namun pada pasien priapisme, aliran darah tidak bisa kembali normal.

Secara umum, terdapat dua tipe priapisme antara lain:

1. Priapisme iskemik

Priapisme iskemik terjadi saat pembuluh darah penis mengalami penyumbatan. Tipe ini paling sering terjadi terutama pada penderita anemia sel sabit.

Mengutip Alodokter, beberapa kondisi yang bisa memicu priapisme iskemik di antaranya menderita penyakit seperti anemia sel sabit, leukemia, thalasemia dan multiple myeloma, juga konsumsi obat-obatan seperti obat pengencer darah, antidepresan, terapi hormon, dan obat untuk menangani gangguan mental.

2. Priapisme noniskemik

Tipe ini termasuk jarang terjadi dan biasanya rasa sakit yang ditimbulkan tidak parah. Priapisme noniskemik kadang terjadi akibat trauma pada penis atau area perineum (area antara skrotum dan anus), arteri pecah yang mana menghambat darah di penis mengalir dengan normal.

Kasus priapisme pasien corona diutarakan para dokter di Centre Hospitalier de Versailles, Le Chesnay, Prancis dalam The American Journal of Emergency Medicine.

Melansir dari Daily Mail, Myriam Lamamri, dokter perawatan intensif menjelaskan, terjadi pembekuan darah akibat Covid-19 pada pasien.

Ereksi pasien corona terjadi akibat penyumbatan darah di penis. Saat diperiksa, pada penis penuh dengan darah beku. Pada kasus-kasus yang sudah ada, pembekuan darah dilaporkan sebagai komplikasi berbahaya yang dialami hingga sepertiga pasien corona.

Darah beku atau gumpalan darah bisa menyumbat arteri atau vena bisa memicu serangan jantung dan stroke. Kondisi ini pun bisa memicu priapisme.

Normalnya, pembekuan darah terjadi saat seseorang mengalami luka. Namun proses ini bisa terjadi di waktu yang salah sehingga timbul thrombosis atau darah membeku pada arteri atau vena.

Sebagian meyakini infeksi virus mengakibatkan perubahan pada darah. Sebagian lain berteori efek virus pada sistem kekebalan tubuh juga dapat meningkatkan pembekuan melalui berbagai jalur.

"Meskipun argumen yang mendukung hubungan sebab akibat antara Covid-19 dan priapisme sangat kuat dalam kasus kami, laporan kasus selanjutnya akan memperkuat bukti. Presentasi klinis dan laboratorium pada pasien kami sangat menyarankan priapisme terkait infeksi SARS-CoV-2," tulis peneliti dikutip dari Daily Mail.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]