BKKBN Tolak Pernikahan Dini Lewat Kampanye 2125 Keren

BKKBN, CNN Indonesia | Sabtu, 04/07/2020 22:02 WIB
Ilustrasi Pasangan Ilustrasi remaja. (Foto: PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaungkan Kampanye 2125 Keren yang mengedukasi para remaja tentang usia ideal menikah, yakni 21 untuk anak perempuan, dan 25 tahun untuk anak laki-laki.

Kampanye 2125 Keren juga mendorong para remaja untuk memiliki perencanaan kehidupan. Dengan merancang perencanaan, remaja bisa mengatur tentang melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, dan mempraktekkan hidup sehat.

Selain itu, kampanye mengajak remaja untuk menolak seks pranikah, pernikahan usia dini, serta narkoba. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan, Kampanye 2125 Keren merupakan bagian dari Program Generasi yang Punya Genre, alias Generasi Berencana, yang disingkat jadi GenRe.


"GenRe itu memang menjadi tulang punggung remaja. Bagus sekali yang diungkapkan, jangan sampai nikah dini, jangan sampai ada seks pranikah, kemudian jangan pakai narkoba," kata Hasto dalam acara Road to Hari Keluarga Nasional Ke-27 yang diadakan CNNIndonesia, Sabtu (27/6).

Lebih jauh, Hasto mengatakan bahwa pernikahan dini merupakan salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap anak dan merupakan praktik yang melanggar hak-hak dasar anak. Pasalnya, pernikahan dini memiliki banyak akibat negatif, seperti kematian ibu, kematian bayi, kurang gizi pada anak, juga berdampak untuk ekonomi.

"Anak yang menikah di bawah 18 tahun karena kondisi tertentu memiliki kerentanan lebih besar dalam mengakses pendidikan, kesehatan, sehingga berpotensi melanggengkan kemiskinan antargenerasi, serta memiliki potensi besar mengalami kekerasan,"

"Perempuan yang menikah di usia anak juga memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan dewasa, selain itu juga berpotensi pada kematian bayi," ujar Hasto.

Menurutnya, BKKBN kini adalah sahabat remaja. Hasto menyebut program dan rencana pelayanan kepada masyarakat akan berganti seiring perubahan fokus yang membidik remaja dan generasi muda di bawah 40 tahun.

"Sekarang kita [BKKBN] tugasnya kependudukan, Keluarga Berencana, kesehatan reproduksi, pembangunan remaja. Jadi yang akan kita tekankan pada remaja, yaitu kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga," katanya.

(rea)