PARIS COUTURE WEEK

Nostalgia Chanel di Kelab Malam Favorit Karl Lagerfeld

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 10:19 WIB
Dior haute couture Chanel menampilkan sebuah film pendek dengan musik yang up beat dan beberapa model yang bergoyang layaknya di lantai dansa.(Dior/Mikael Jansson)(Dior/Mikael Jansson)
Paris, CNN Indonesia --

Hari kedua Paris Couture Week dimulai oleh rumah mode Chanel. Untuk koleksi Virginie Viard yang ketiga di panggung couture, Chanel menampilkan sebuah film pendek dengan musik yang up beat dan beberapa model yang bergoyang layaknya di lantai dansa. Latar belakang yang polos membantu memperjelas siluet-siluet klasik khas Chanel yang sangat mudah dikenali meski dari jauh.

"Terpikir di benak saya tentang seorang 'Puteri Punk' yang keluar dari Le Palace di pagi hari, ungkap Virginie Viard melalui keterangan yang diterima CNNIndonesia.

Le Palace di tahun 1970-an hingga 1980-an adalah sebuah klub malam legendaris di Paris yang sering dikunjungi oleh Karl Lagerfeld ketika ia masih muda. Kini Le Palace telah berubah menjadi sebuah teater.


"Dengan sebuah gaun tafeta, hair-do yang tinggi, hiasan bulu, dan banyak perhiasan, koleksi ini lebih banyak terinspirasi dari pada Karl Lagerfeld daripada Gabirelle Chanel. Saya bisa membayangkan bagaimana Karl menemani para wanita yang sophisticated.. dan tentu saja eksentrik," lanjutnya.

Video karya Mikael Jansson dengan apik menangkap suasana malam-malam bahagia di klub terkenal itu. Pesta kostum yang berani di dalam klub itu menjadi daya tarik bagi berbagai kalangan dan banyak desainer, terutama desainer Chanel sebelumnya, Karl Lagerfeld.

Video ini pada dasarnya hanya menampilkan lima exit yang dikenakan oleh dua model. Dimulai dengan model asal Belanda Rianne van Rompaey dalam gaun tweed bersulam yang memukau sekaligus berani dan memiliki kesan rock'n'roll.

Diikuti oleh kehadiran dan bahasa tubuh Adut Akech yang memukau, yang mengenakan setelan celana wol dengan rona bugenvil. Van Rompaey juga tampak cantik dalam gaun pesta A-line dengan mutiara, payet, dan bunga-bunga metal; plus sepasang ankle boots bertali. Adut Akech juga muncul dalam gaun taffeta abu-abu mutiara yang dihiasi dengan bros Bizantium - seolah-olah Mademoiselle Chanel sendiri yang mendesainnya.

[Gambas:Instagram]

Terdiri dari 30 tampilan, koleksi ini terasa lebih kompleks dan lebih bernyawa daripada koleksi couturenya terdahulu. Atelier Montex dan Lesage yang termasyhur akan karya payet yang rumit serta atelier Lemarie dan Gossens yang juga ikut serta menciptakan beberapa hiasan dan payet menghiasi setelan hitam serta beberapa gaun pendek berbahan tweed. Struktur yang lebih kokoh dan lebih tegas juga menandai pengaruh Karl yang kuat.

"Saya benar-benar membayangkan dunia Karl... Memang benar bahwa terbersit beberapa lukisan, namun lebih ke lukisan-lukisan Jerman."

Dua hari sebelumnya, Chanel menjadi subjek dalam  sebuah film dokumenter berdurasi 29 detik oleh sineas Prancis Loïc Prigent, yang menangkap momen di studio pada saat-saat terakhir proses pembuatan koleksi ini.

Tas Chanel berlapis keemasan dengan tulisan "Please Dare to Disturb" tergantung di pegangan pintu. Di balik pintu, staf atelier di Rue Cambon nomor 31 memberikan sentuhan akhir pada siluet yang dirancang oleh Virginie Viard.

Dior haute coutureFoto: Dior/Mikael Jansson
Dior haute couture

Sangat mengejutkan bahwa Virginie Viard selalu mengenakan masker (ia menjadi yang pertama, sementara desainer lain terlihat tidak mengenakannya di seluruh video-video sebelumnya). Bahkan, semua staf dan artisan mengenakan masker saat proses fitting bersama model asal Brasil Cristina Herrmann. Yang terakhir ini juga ditampilkan dalam video Chanel yang berjudul "Balade en Méditerranée", yang didedikasikan untuk presentasi koleksi Cruise terbaru.

"Bagi saya, haute couture pada dasarnya romantis. Ada begitu banyak cinta dalam setiap siluet di koleksi ini," pungkasnya.

Dior haute coutureFoto: Dior/Mikael Jansson
Dior haute couture
(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK