Paris Couture Week

Merayakan Kembalinya Dior ke Dunia Fantasi Couture

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 11:15 WIB
Christian Dior kembali ke dunia fantasi couture Rangkaian Paris Couture Fashion Week sudah dimulai. Di hari pertama ini, Dior memberikan sebuah pertunjukan memesona bak negeri dongeng.(Christian Dior )
Paris, CNN Indonesia --

Rangkaian Paris Couture Fashion Week sudah dimulai. Di hari pertama ini, Dior memberikan sebuah pertunjukan memesona bak negeri dongeng. 

Di tahun 1945, tak lama setelah berakhirnya perang dunia kedua, bahan baku kain tidak tersedia dan pasar untuk haute couture telah hilang.

Rumah mode Prancis pun bersama-sama membuat pameran tur koleksi busana miniatur 15 desainer terkemuka untuk mengumpulkan dana bagi para penyintas perang dan untuk membantu memperbarui industri mode Prancis, yang disebut Théâtre de la Mode.


Pameran itu terdiri dari 237 koleksi miniatur, dengan gaun-gaun dibuat hanya setinggi 70 sentimeter. Setiap manekin dihiasi dengan pakaian kreasi rumah couture paling terkenal, dibuat ulang dari sisa-sisa kain, dan diatur dalam set rumit yang dibuat oleh seniman seperti Christian Bérard, Jean Cocteau, Jean Saint-Martin, dan Georges Wakhevitch.

Ide ini sepertinya menginspirasi Maria Grazia Chiuri untuk koleksi haute couture musim dingin 2020/2021. Di tengah pandemi virus corona, di mana lockdown diberlakukan di banyak negara dan larangan penerbangan serta event besar, Christian Dior mengubah konsep fashion show dan menayangkan sebuah film pendek bertajuk Le Myth Dior.

Dimulai dengan deretan la miniature, beberapa gaun dibuat versi mini dengan setting layaknya sebuah negeri dongeng. Sekelompok putri duyung dan peri hutan pun menjadi model di sebuah dunia yang sinematis dan etheral di film yang disutradarai oleh Matteo Garrone ini.

Kontras dengan koleksi karya Maria Grazia Chiuri sebelumnya yang kental dengan nilai-nilai feminisme dan aktivisme - slogan politis dan artistik kerap menjadi pedoman dan ide awal. Kali ini ia membangkitkan dunia fantasi dimana makhluk-mahkluk negeri dongen memakai gaun-gaun malam romantis dan gaun tulle hitam panjang.

Korset dan rok bergaya lilit asimetris bersulam kotak-kotak berbahan sifon warna-warni yang dilukis dengan motif tarot karya Leonora Carrington yang dihiasi dengan benang emas. Setelan rok double-breasted dengan lengan pagoda besar dengan lipit kotak berbahan jacquard sutra keemasan.

Sebuah gaun krep satin berwarna krem dengan detail lipit yang dibuat dengan tangan dan hiasan ulir, dikenakan oleh seorang model yang menggambarkan patung The Little Mermaid di Copenhagen. Sekalipun dibuat dalam ukuran mini, namun gaun-gaun cantik dan dibuat dengan standar haute couture, dan merefleksikan bagaimana sentuhan tangan manusia tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Christian Dior kembali ke dunia fantasi coutureFoto: Dok. Christian Dior
Christian Dior kembali ke dunia fantasi couture

Fashion memang sering dianggap sebagai medium escapism, menawarkan sebuah rehat sejenak dari realita, apalagi di masa krisis. Namun di sisi lain, Christian Dior adalah sebuah rumah mode besar yang sangat berpengaruh, tidak hanya di dunia fesyen, namun juga dalam diskursus sosial dan budaya. Setiap desainer yang pernah memimpin Christian Dior (hingga kini ada delapan) menawarkan sebuah leitfaden, sebuah signature yang unik dan berkesan.

Maria Grazia Chiuri kerap mengangkat tema yang menimbulkan diskusi tidak hanya mengenai pakaian dan estetika, namun juga diskusi intelektual mengenai peran perempuan di zaman modern. Itulah mengapa pilihan casting, atau model yang muncul di show ini tidak merefleksikan keberagaman, sementara diskusi publik kini juga dipenuhi dengan gerakan kesetaraan dan keanekaragaman.

(chs)

[Gambas:Video CNN]