Studi: Pria Jomlo Paling Kesepian Selama Pandemi Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 22:23 WIB
Young Asian man sitting on rooftop of abandoned building with depression stress out during sunset time in the city. Major depressive disorder concept Ilustrasi: Studi terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris menemukan pria single jadi kelompok yang paling kesepian selama masa pandemi virus corona. (Foto: Istockphoto/Zephyr18)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona membuat banyak orang terkurung karena karantina dan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran Covid-19. Namun, di antara banyak orang, studi terbaru menunjukkan pria single atau jomlo merupakan orang yang paling kesepian selama pandemi virus corona.

Penelitian dari eharmony dan Relate menyurvei 2.000 orang dewasa di Inggris mengenai kesehatan mental selama masa lockdown dan pandemi Covid-19.


Hasilnya, studi ini menemukan bahwa empat dari 10 orang yang lajang merasa kesepian selama lockdown. Pria lebih mungkin merasakan kesepian yakni 45 persen dibandingkan perempuan sebanyak 35 persen. Pria juga mengalami masalah kesehatan mental yang lebih tinggi dibandingkan perempuan selama masa isolasi.

Sikap kurang terbuka dari pria dinilai menjadi salah satu penyebab pria jomlo cenderung lebih kesepian.

"Biasanya, pria kurang terbuka dengan perasaan mereka, dan cenderung bersandar pada teman dan keluarga untuk dukungan emosional. Tetapi, dalam beberapa kasus, mereka mendambakan keintiman romantis bahkan lebih daripada perempuan, sebagaimana dibuktikan oleh laporan baru kami dengan Relate," kata pakar hubungan eharmony Rachael Llyod, dikutip dari Metro.co.uk.

Untuk mengatasi masalah kesepian ini, satu dari lima pria mengaku akan sesegera mungkin mencari kekasih setelah lockdown atau pandemi selesai. Berbeda dengan hanya delapan persen perempuan yang mengatakan akan segera mencari pasangan setelah pandemi.

Namun, Lloyd memperingatkan para lelaki dan juga orang yang single untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru memulai hubungan baru setelah masa pandemi.

"Jika Anda mencari hubungan yang bahagia dan tahan lama, idealnya Anda perlu menemukan seseorang yang berbagi nilai-nilai inti Anda dan memiliki tingkat kompatibilitas yang tinggi. Secara paralel, pastikan Anda terhubung kembali dengan keluarga dan teman-teman sehingga ketika Anda menemukan orang yang tepat, Anda membawa lebih banyak keseimbangan dalam hubungan," Lloyd menyarankan.

Menurut Lloyd, keseimbangan dalam hubungan adalah faktor penting karena orang yang menjalin hubungan tetap bisa merasa kesepian jika tidak saling terhubung.

Penemuan menarik lainnya dari studi ini adalah satu dari empat orang atau sekitar 29 persen, mengaku bahwa masa lockdown membuat mereka berefleksi dan menyadari bahwa lebih bahagia ketika sendiri.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]