Barbados Undang Pekerja Nomaden Datang dengan Visa 12 Bulan

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 13:32 WIB
Caribbean beach. Pemandangan di Barbados. (iStockphoto/peeterv)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbahagialah para pekerja nomaden, alias pekerja yang tak perlu datang ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan absensi.

Konsep bekerja jarak jauh nampaknya juga sedang dilirik oleh pemerintah Barbados, yang berencana membuka jalur masuk khusus bagi para pekerja nomaden.

Perdana Menteri Mia Amor Mottley belum lama ini mengumumkan bahwa Barbados akan meluncurkan Barbados Welcome Stamp yang berdurasi 12 bulan bagi pekerja nomaden.


Barbados Welcome Stamp bisa dibilang sebagai penyesuaian terbaru selama visa kunjungan jangka pendek masih terkendala oleh ketersediaan tes cepat virus corona di kampung halaman Rihanna itu.

Visa berdurasi 12 bulan itu diharapkan bisa mendongkrak cuan bagi sektor pariwisata Barbados.

Kunjungan jangka panjang sekaligus diharapkan bisa meminimalisir penularan virus corona di antara penduduk dan pendatang, karena orang bakal lebih jarang keluar masuk negara pesisir ini.

Dengan penuh kehati-hatian, beberapa Kepulauan Karibia telah mulai membuka kembali perbatasannya untuk pengunjung internasional pada bulan ini.

Barbados mulai membuka kembali perbatasannya 12 Juli 2020, dengan penerapan protokol kesehatan demi mencegah para pelancong yang membawa virus masuk ke negara itu.

"Setibanya di Barbados, wisatawan akan diminta untuk menunjukkan bukti hasil negatif dari tes PCR Covid-19 dan bar code untuk lolos imigrasi," tulis siaran pers dari Barbados Tourism Marketing, Inc.

American Airlines, salah satu maskapai penerbangan yang rutin ke Karibia, memulai kembali layanannya antara Miami dan Antigua pada awal Juni.

Penerbangan Air Canada ke Barbados dimulai lagi akhir pekan ini, dengan British Airways melanjutkan penerbangan dari London pada 18 Juli 2020 dan penerbangan Jet Blue dari New York mulai 25 Juli 2020, menurut pernyataan dari Barbados Tourism Marketing, Inc.

Negara yang berpenduduk hampir 300 ribu orang ini mulai melonggarkan pembatasan perjalannya, namun disertai sejumlah aturan yang ketat seperti jarak sosial maksimal satu meter, acara hanya boleh didatangi maksimal 500 orang, serta penyelenggaraan pertandingan olahraga tanpa penonton.

Mengutip data dari Worldometers per Rabu (15/7), Barbados memiliki 103 kasus virus corona, dengan tujuh kasus kematian dan 90 kasus kesembuhan.

Informasi kunjungan wisata ke Barbados selengkapnya bisa diketahui di sini.

[Gambas:Instagram]

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]