Protokol Fashion Show di Masa Pandemi versi Kemenparekraf

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 15:16 WIB
Pagelaran busana Purana meluncurkan koleksi spring/summer 2020 di salah hotel kawasan Jakarta Pusat.  Senin (10/2/2020). Purana menggandeng Amero Jewellery dan duo seniman Tempa ke dalam balutan koleksi busananya. CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi. Kemenparekraf merilis panduan khusus mengenai protokol kesehatan di sektor industri kreatif, termasuk salah satunya mengatur pelaksanaan fashion show. (CNNIndonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Industri mode jadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Berbagai gelaran fashion show terpaksa ditunda atau dibatalkan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengeluarkan panduan khusus mengenai protokol kebersihan dan kesehatan untuk sektor ekonomi kreatif. Salah satunya mengatur pelaksanaan fashion show di tengah pandemi Covid-19.

Panduan dibuat mengacu pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.


Berikut protokol kesehatan fashion show di tengah pandemi versi Kemenparekraf.

1. Pengecualian tidak pakai masker untuk model

Saat peragaan busana berlangsung, model mendapat pengecualian tidak memakai masker. Kendati demikian, model tetap diminta untuk melakukan langkah-langkah preventif lainnya seperti jaga jarak, menggunakan face shield, dan inovasi lainnya yang dapat meningkatkan perlindungan diri sendiri serta orang lain.

2. Membawa makeup sendiri

Setiap model direkomendasikan untuk membawa peralatan makeup sendiri. Jika tidak, penyelenggara diminta untuk menyediakan satu paket makeup untuk masing-masing model.

3. Disinfeksi pakaian

Kuman bisa menempel di mana saja, termasuk pada pakaian. Disinfeksi setiap pakaian yang dikenakan model, baik sebelum dan setelah pemakaian.

4. Jarak kursi pengunjung

Jika fashion show dibuka untuk pengunjung, maka atur kursi pengunjung dengan tetap mengedepankan physical distancing.

5. Menjaga area produksi tidak terlalu padat

Sebisa mungkin penyelenggara diminta untuk mengatur kepadatan di area produksi dengan tetap mengedepankan aturan physical distancing.

6. Rapid test atau PCR

Upayakan agar seluruh pihak yang terlibat sudah menjalani rapid test atau PCR dengan hasil negatif, dilampiri pernyataan masa berlaku hasil tes dari instansi berwenang.

7. Sarana cuci tangan

Ketersediaan sarana cuci tangan menjadi salah satu faktor penting dalam gelaran fashion show. Sediakan sarana cuci tangan dalam jumlah yang cukup di area belakang panggung.

8. Mempertimbangkan gelaran daring

Alih-alih menggelar fashion show secara langsung, rumah mode kini disarankan untuk mempertimbangkan peragaan busana yang dilaksanakan secara daring. Fashion show yang digelar secara daring dapat membantu meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK