Hukum Salah Kiblat saat Salat

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 17:16 WIB
Jamaah melaksanakan shalat Jumat berjamaah di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Jumat 5 Juni 2020. Masjid di Jakarta menerapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan Salat Jumat pertama setelah selama 12 minggu tempat ibadah ditutup saat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB DKI Jakarta untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Ilustrasi. Menghadap kiblat menjadi salah satu syarat sah dari salat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan Matahari akan berada di atas Ka'bah pada 14-16 Juli 2020. Umat Islam diminta untuk mengoreksi arah kiblat. Menghadap kiblat adalah salah satu syarat sah salat. Lalu, bagaimana dengan hukum salah kiblat saat salat?

Syarat sah menjadi syarat yang harus dipenuhi agar salat seorang Muslim diterima Allah SWT. Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat bersama dengan menutup aurat, suci dari hadas kecil dan hadas besar, dan sudah masuk waktu salat.

Artinya, seorang Muslim mesti menghadap kiblat saat sedang salat agar ibadahnya diterima Allah SWT. Bagi orang yang berada di area Masjidil Haram, Mekkah, maka dapat langsung menghadap ke Ka'bah. Bagi orang yang tidak berada di Mekkah, cukup salat dengan mengarah ke Ka'bah, dapat dilihat melalui peta.


Arah kiblat ini sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 144. "Palingkan-lah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkan-lah mukamu ke arahnya," firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 144.

Menghadap kiblat bukan berarti menjadikan kiblat sebagai sesembahan. Namun, saat salat, hati dan pikiran harus kepada Allah SWT.

"Jangan lupa hatinya dihadirkan secara khusyuk bahwa sebenarnya dirinya sedang menghadap dalam ibadah salat pada Allah SWT," kata KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Namun, Allah juga memberikan keringanan pada situasi tertentu, seperti salat ketika berada di atas kendaraan.

"Salat, ya, menghadap kiblat yakni ke Ka'bah, kecuali salat saat situasi menghadapi peperangan dan salat di atas kendaraan," tutur Wahyul yang merupakan Pengasuh Taman Belajar Al-Afifiyah.

Oleh karena itu, setiap umat Islam yang hendak salat sebaiknya memeriksa kembali arah kiblat karena menjadi syarat diterimanya salat tersebut.

Bagaimana hukum salah kiblat saat salat? Salat tersebut, menurut Wahyul, mesti diulangi kembali.

"Kalau salah menghadap kiblatnya ada beberapa pendapat di kalangan ulama, tetapi pendapat yang umum yakni setelah tahu kalau salah dalam menghadap kiblat, maka salatnya diulang kembali dengan menghadap arah kiblat yang benar," ucap Wahyul.

Periksa kembali arah kiblat saat hendak salat. Mengetahui arah kiblat saat ini dapat dilakukan dengan melihat peta, mengecek aplikasi, dan bisa pula dengan melihat arah matahari.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]