Nasihat dan Memetik Hikmah dari Batalnya Ibadah Haji

tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 15:08 WIB
Muslim worshippers perform prayers around the Kaaba, Islam's holiest shrine, at the Grand Mosque in Saudi Arabia's holy city of Mecca on August 15, 2018, prior to the start of the annual Hajj pilgrimage in the holy city.
The hajj, expected to draw more than two million pilgrims to Mecca this year, represents a key rite of passage for Muslims and a massive logistical challenge for Saudi authorities, with colossal crowds cramming into relatively small holy sites. / AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI ilustrasi:Ustaz Mahfud Said mengajak umat Islam untuk mengambil hikmah dari batalnya keberangkatan jemaah haji 2020 karena pandemi virus corona. (AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji 2020 ke Arab Saudi karena pandemi virus corona (Covid-19). Jemaah haji yang batal berangkat tak perlu bersedih hati karena ada sejumlah hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kondisi ini.

"Meskipun sekilas ini merugikan kita karena tidak bisa menjalankan umrah dan haji, tapi pasti ada hikmahnya yang sangat luar biasa," kata ustaz Mahfud Said kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/2).

Ustaz Mahfud bercerita bahwa batalnya ibadah haji tahun ini pernah pula terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Rasulullah dan kaum Muslimin batal menjalankan ibadah umrah karena tertahan di Hudaibiyah pada tahun ke-6 Hijriah. Perjanjian Hudaibiyah melarang umat Islam umrah di tahun itu.



Meski terlihat sebagai kerugian bagi umat Islam untuk menjalankan rukun Islam ke-lima ini, hikmah di balik batalnya umrah ini adalah kemenangan bagi umat Islam. Setelah peristiwa itu, Allah SWT memberikan kemenangan bagi kaum Muslimin pada waktu itu.

"Sekilas perjanjian ini sangat merugikan Nabi dan kaum Muslimin. Namun justru dengan perjanjian Hudaibiyah ini kaum Muslimin mendapatkan kemenangan telak. Dan kemudian hari kemenangan benar benar terjadi sebagaimana janji Allah SWT dalam surat Al Fath," kata Ustaz Mahfud.


Sama seperti peristiwa Hudaibiyah itu, pembatalan ibadah haji 2020 juga mesti dimaknai dengan berbaik sangka. Allah SWT telah menyiapkan rencana yang terbaik untuk umat-Nya.

"Nasihat untuk jemaah yang batal haji tahun ini. Menyadur ayat Alquran, bisa jadi batalnya haji tahun ini tidak menyenangkan buat jemaah, tetapi ini adalah yang terbaik menurut Allah SWT. Selalu-lah berprasangka baik kepada Allah SWT," tutur Ustaz Mahfud.

Sesuai dengan sabda Rasulullah prasangka baik menjadikan kebaikan dan kebahagiaan. (ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]