5 Rahasia Keindahan Aglaonema, Tanaman Rumahan yang Mengilap

tim, CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 19:25 WIB
Menurut artinya, Aglaonema berarti tanaman mengilap. Berikut rahasia keindahan Aglaonema agar mengilap dan tumbuh optimal. Menurut artinya, Aglaonema berarti tanaman mengilap. Berikut rahasia keindahan Aglaonema agar mengilap dan tumbuh optimal. (istockphoto/ BugTiger)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aglaonema seakan menjadi 'primadona' bagi para kolektor dan pehobi budidaya tanaman hias saat ini karena keindahannya. Tren itu dilatarbelakangi manfaat, daya beli hingga rahasia keindahan Aglaonema yang dimiliki tanaman tropis ini. 

Mengutip Planet House Plants, Aglaonema berasal dan tumbuh liar di hutan hujan Asia Tenggara, yang banyak ditemukan di Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Nama Aglaonema diambil dari Bahasa Yunani Kuno yang berarti 'tanaman mengilap'.

Tanaman Aglaonema di Indonesia kerap disebut sebagai 'Sri Rejeki'. Sesuai dengan artinya, tanaman ini dipercaya mampu memberikan energi positif untuk mendatangkan rejeki.


Mengutip buku Tanaman Hias Lanskap dari Garsinia Lestari dan Ira Puspa Kencana, daun Aglaonema sebenarnya cukup tahan lama dan tak mudah rontok. Bentuk daunnya seperti mata tombak sepanjang 20 cm dan memiliki warna yang beragam. Tanaman indah ini tidak berbatang dan yang tua berbatang pendek hasil dari pangkal daun yang gugur.

Tanaman daun ini memiliki berbagai rahasia keindahan dengan aneka warna sehingga cocok jadi koleksi.

Rahasia Manfaat 'Tersembunyi' Menanam Aglaonema

Aglaonema atau Chinese Evergreen memang kerap dijadikan pemanis dalam ruangan, sebab ia bukanlah tanaman hias 'manja' yang memerlukan perawatan super ribet.

Aglaonema sangat betah hidup di negara tropis, oleh sebab itu ia tak perlu terlalu banyak disiram air, ataupun membutuhkan asupan sinar matahari ekstra.

Melansir dari Nursey Nature, berikut ini adalah manfaat dari tanaman Aglaonema, yang dapat Anda pertimbangkan untuk mematangkan niat mengadopsi tanaman hias apik yang satu ini.  

1. Membersihkan udara dan menghilangkan polusi jahat

Aglaonema yang tumbuh di dalam ruangan disebut dapat menghilangkan tingkat polusi. Menariknya, akar tanaman lah yang menghilangkan polusi udara pada konsentrasi yang lebih tinggi.

Bahkan NASA telah menetapkan tanaman ini sebagai flora yang efektif menghilangkan polutan rumah tangga, seperti formaldehida dan benzena yang ada di udara.

2. Meningkatkan kelembapan udara

Selain membersihkan udara, menambahkan tanaman hias ke dekorasi dalam ruangan kami meningkatkan kelembapan ruangan, mengurangi kemungkinan penyakit pernapasan.

3. Meningkatkan konsentrasi

Karbondioksida atau CO2 yang berlebih dalam ruangan dapat membuat seseorang mudah merasa letih, dan dapat menghambat produktivitas pekerjaan.

Sementara itu, Aglaonema memiliki kemampuan untuk menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen atau O2 yang dibutuhkan tubuh, untuk kembali prima dan tidak mudah mengantuk.

4. Menjadi media untuk menenangkan pikiran

Saat Anda sedang banyak pikiran dan mengalami letih pikir dan kecemasan, maka tanaman hias yang satu ini dapat berfungsi sebagai pijat refleksi mata dan otak.

Pasalnya sebagian orang banyak menghabiskan 90 persen dari hari mereka di dalam ruangan, dan jauh dari dunia alami yang 'segar'. Tanaman hijau yang memberikan kesan adem itu dapat membuat pikiran yang tadinya panas, dapat perlahan-lahan menjadi dingin dan tenang.

Selain itu, penelitian telah membuktikan bahwa manusia cukup butuh waktu selama lima menit sehari, yang dapat dihabiskan untuk merawat tanaman, guna mengurangi tingkat stres.

5 Trik Rahasia Keindahan Aglaonema

Nah, setelah mengetahui manfaat menanam tanaman tropis satu ini, maka sekarang giliran Anda mengetahui trik rahasia menjaga keindahan Aglaonema agar tetap menawan.

Melansir Gardening Know How, berikut ini adalah beberapa rahasia keindahan Aglaonema, yang dapat dijadikan referensi untuk menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal.

1. Bersihkan daun saat menyiram

Anda harus memastikan untuk ketersediaan dan pemakaian air bersih, untuk menyiram bagian tanaman hingga daunnya untuk 'memandikannya' dari debu kotor hingga bakteri.  

Anda juga bisa mengelapnya dengan kain untuk memastikan daunnya benar-benar bersih dan mengilap, sesuai namanya, tanaman mengilap. 

Selain itu, perhatikan juga teknik waktu penyiraman yang baik. Jika musim penghujan atau musim dingin tiba, Anda harus mengurangi asupan air, dengan hanya menyiram air satu hingga dua hari dalam sepekan.

2. Pemupukan yang efektif dan benar

Dalam kasus Aglaonema yang mulai tua, Anda harus memastikan untuk memberikan pupuk tanaman yang larut air, dua kali dalam setahun.

Selain itu, pupuk alami seperti pupuk kompos juga semakin menyuburkan tanaman yang satu ini, khususnya bagi Aglaonema.

3. Pemusnahan hama secara rutin

Anda harus memastikan kondisi daun dan batang bebas dari hama-hama yang dapat mengganggu dan merusak pertumbuhan Aglaonema. Beberapa di antaranya seperti laba-laba, kutu, tungau hingga ulat bulu.

Semprotkan sedikit insektisida untuk mengusir makhluk kecil yang dapat membuat Aglaonema layu atau mati.

4. Media tanam jangan sampai keras

Pilihlah tanah yang tidak terlalu keras dan kering, ada baiknya memilih tanah gambut untuk menanamnya.

Selain itu, lakukan pengecekan rutin terhadap kualitas tanah, Jika kondisi tanah telah menggumpal, kering dan terlalu basah, maka gantilah dengan tanah yang baru.

5. Tanam dengan tanah organik

Tanah organik sangat disarankan untuk menjadi media tanam Aglaonema. Tanah yang berasal dari sisa tumbuhan, hewan, dan manusia baik yang telah mengalami dekomposisi lanjut maupun yang sedang mengalami proses dekomposisi ini dapat membuat tanaman cepat tumbuh subur dan sehat.

Kendala Menanam Aglaonema

Meskipun tanaman hias yang satu ini tidak rewel, namun tetap ada saja beberapa faktor eksternal yang menjadikan tanaman ini cepat layu dan mati.

Melansir dari Epic Gardening, berikut ini adalah beberapa permasalahan yang paling sering dijumpai dalam proses perawatan Aglaonema.

1. Daun Kuning hingga Kering

Masalah paling umum untuk tanaman yang satu ini adalah menguningnya daun. Daun yang menguning bisa jadi tanda kekurangan atau bahkan kelebihan air. 

Oleh sebab itu, pastikan untuk mempertahankan tanah yang lembab secara teratur, tetapi tidak basah guna membuat daun tetap hijau gelap.

Jika Aglaonema masih menguning meskipun pemilik telah melakukan serangkaian perawatan secara optimal, maka kemungkinan besar, Aglaonema yang ditanam kekurangan zat besi dan tembaga. 

Kemungkinan kekurangan nutrisi mikro, maka pemilik dapat mengatasinya dengan memberikan pemupukan yang tepat.

2. Serangan 'pasukan' hama

Hama yang paling sering dijumpai pada tanaman Aglaonema adalah kutu putih. Hama yang satu ini memiliki karakteristik suka menempelkan diri ke daun kasar, pasalnya mereka akan menyedot getah tanaman langsung dari tanaman dan tentu saja dapat merusak daun.

Selain itu, hama yang lain seperti tungau, laba-laba dan kutu daun juga patut diwaspadai. Sebab mereka juga menyukai menyedot getah tanaman, mereka suka melekatkan diri pada bagian bawah daun dan batang.

Semua hal di atas dapat ditangani dengan mengoleskan atau menyemprotkan insektisida pada daun. Gunakan cairan insektisida organik yang dapat diaplikasikan pada malam hari, atau ketika tanaman minim terkena cahaya. Hal itu dilakukan untuk menghindari pembakaran dedaunan.

3. Penyakit tanaman

Aglaonema rentan terhadap penyakit bercak antraknosa dan daun myrothecium, yang keduanya disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur tersebut dapat menyebabkan bintik hitam pada daun, lubang, hingga kerusakan parah.

Aglaonema Silver KingFoto: iStockphoto/tc397
Aglaonema Silver King

Jika hal itu terjadi, oleskan kandungan obat dari tembaga cair seperti Monterey Liqui-Cop. Oleskan cairan ini ke badan daun saat mereka mendapatkan minim cahaya matahari atau lakukan pada malam hari.

Setelah mengetahui rahasia keindahan Aglaonema, jangan ragu lagi untuk mulai bertanam Aglaonema di rumah. 

Pasalnya, meskipun tanaman hias ini terkesan 'pasaran' di Indonesia. Namun, siapa sangka beberapa jenis Aglaonema seperti bibit Aglaonema widuri yang dihargai mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1.5 juta per potnya. 

(khr/chs)

[Gambas:Video CNN]