Asal Mula 'Challenge Accepted' di Balik Tren Foto Hitam-Putih

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 15:58 WIB
Tren #ChallengeAccepted dan #Womensupportingwomen dengan foto hitam-putih membanjiri Instagram. Dari mana asal mula tren tantangan ini? Ilustrasi: Tren #ChallengeAccepted dan #Womensupportingwomen dengan foto hitam-putih membanjiri Instagram. Dari mana asal mula tren tantangan ini? (Foto: istockphoto/CoffeeAndMilk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Linimasa Instagram sebagian dari Anda barangkali diwarnai foto bernada hitam putih dengan keterangan: challenge accepted atau, tantangan diterima. Selain #challengeaccepted, unggahan swafoto ini kadang dibubuhi tagar #womensupportingwomen.

Beberapa hari belakangan tren foto selfie hitam-putih ini tren di Instagram dan dikaitkan dengan kampanye solidaritas dukungan terhadap perempuan.

Seorang pengguna akan mengunggah foto diri hitam-putih, kadang disertai kalimat suport untuk kawan perempuan, atau sebatas meminta kawan perempuan lain--dengan menyebut nama akunnya--untuk ikut serta dalam tantangan serupa.


Sejumlah selebritas ikut serta dalam tantangan ini, termasuk di antaranya Kerry Washington, Kristen Bell, Jennifer Garner dan Gabrielle Union. Keluarga Kardashian pun tak ketinggalan. Bergabung dalam tantangan tren ini, Khloe Kardashian mengunggah foto hitam-putih miliknya dengan keterangan: challenge accepted.

"Untuk seluruh Queens, mari kita menyebarkan cinta dan ingat untuk sedikit lebih ramah satu sama lain #womensupportingwomen," tulis Khloe Kardashian melalui akun Instagram dua hari yang lalu.

[Gambas:Instagram]

Di Indonesia, akun Sinna Sherina Munaf adalah salah satu yang ikut serta dengan mengajak sutradara Mira Lesamana dan aktris Marsha Timothy.

[Gambas:Instagram]

Tapi dari mana tren B&W 'Challenge Accepted' atau tantangan foto hitam-putih ini bermula?

Seorang perwakilan dari Instagram seperti dikutip dari New York Times mengungkapkan, pelacakan timnya mendapati pangkal dari rantai tren challenge ini bermula dari unggahan seorang jurnalis Brasil, Ana Paula Padrao sepekan lalu. Namun dalam unggahan itu Ana Paula tak menuliskan kalimat apapun selain tagar #womensupportingwomen.

[Gambas:Instagram]

Catatan lain menemukan bahwa perempuan di Turki mulai berbagi foto hitam-putih pula baru-baru ini guna mengkampanyekan kesadaran akan femicide. Femicide merupakan istilah untuk kejahatan kebencian berbasis jenis kelamin, yang cenderung mengarah pada penghilangan nyawa karena identitas gendernya perempuan.

Juru bicara Instagram mengatakan tren masih akan meningkat. Hingga Senin (27/7) saja penggunaan tagar tersebut masih merangkak naik hingga dua kali lipat.

"Berdasarkan unggahan, kami melihat bahwa sebagian besar peserta memposting dengan catatan yang berkaitan dengan kekuatan dan dukungan untuk komunitas mereka," kata Juru Bicara Instagram dikutip dari New York Times.

Hingga Rabu (29/7) sudah ada lebih 5,3 juta unggahan bertagar #challengeaccepted dan lebih 7,7 juta unggahan foto hitam-putih dengan tagar #womensupportingwomen.

Meskipun foto hitam-putih itu menyebar dengan sangat cepat dan dalam jumlah banyak, unggahan-unggahan itu sesungguhnya hanya sedikit yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan perempuan.

Laporan The New York Times menyebut, beberapa selebritas dan influencer barangkali menyukai tipe 'challenge' ini karena mereka tidak terang-terangan melakukan advokasi yang sebenarnya--yang mungkin bisa mengasingkan mereka dari beberapa basis penggemar.

Tak semuanya mendukung, ada yang justru mempertanyakan solidaritas dengan menggunakan foto hitam-putih tersebut. Ada yang menganggap, alih-alih mengunggah foto bukankah lebih baik mulai memasuki langkah konkret yang paling kecil misalnya dengan 'membereskan' kawan yang jadi pelaku kekerasan.

Sementara Brooke Hammerling, pendiri New New Thing sekaligus penasihat untuk CEOs mempertanyakan kemanjuran kampanye solidaritas melalui tren foto hitam-putih ini.

"Saya hanya tidak tahu apa artinya. Hampir semua orang di sekitar daya melakukan tantangan (challenge) ini, banyak teman saya, dan orang-orang yang saya sayangi. Saya 100 persen mendukung perempuan dan berterima kasih kepada perempuan ... tapi saya tidak paham bagaimana foto selfie hitam-putih bisa melakukan itu," ungkap Brooke.

"Kecuali, berfoto dengan perempuan yang menginspirasi kita, itu sedikit masuk akal dengan tujuan yang ingin dicapai," tambah dia lagi.

Sementara unggahan lain dari Ava Duvernay menyentil hal lain dalam foto hitam-putih #ChallengeAccepted. Sutradara yang juga penulis naskah Amerika ini menulis kalimat bahwa tantangan ini tak lebih jadi 'kendaraan' belaka untuk mengunggah foto diri. Tapi, tetap saja ia memilih untuk mengalah dan mengikuti permintaan kawan-kawannya.

"Cukup yakin ini hanya jadi alasan keren untuk mengunggah foto, tapi saya akan selalu bergabung," tulis dia.

[Gambas:Instagram]

Sebetulnya ini bukan kali pertama para pengguna Instagram memanfaatkan swafoto atau selfie hitam-putih sebagai dukungan untuk sesuatu yang tak jelas asal dan tujuannya.

Pada 2016, jika Anda ingat, foto hitam-putih dengan tagar #ChallengeAccepted dimaksudkan pula untuk menyebarkan pesan kepedulian dan kesadaran akan kanker. Selama bertahun-tahun tren foto serupa juga telah digunakan untuk menyebarkan atmosfer positif.

(NMA)

[Gambas:Video CNN]