Panduan, Tata Cara, dan Niat Salat Idul Adha di Masa Pandemi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 08:33 WIB
Selama pandemi virus corona, salat Idul Adha bisa dilaksanakan secara berjamaah di masjid ataupun tanah lapang, atau juga dilakukan di rumah. Berikut Fatwa MUI. Ilustrasi: Selama pandemi virus corona, salat Idul Adha bisa dilaksanakan secara berjamaah di masjid ataupun tanah lapang, atau juga dilakukan di rumah. Berikut Fatwa MUI mengenai panduan salat Idul Adha di tengah pencegahan penyebaran virus penyebab Covid-19. (Foto: AFP/GENT SHKULLAKU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Jumat, 31 Juli 2020. Pada Idul Adha, disunahkan bagi umat Islam untuk melaksanakan salat Ied. Berikut panduan, tata cara, dan niat salat Idul Adha.

Di tengah pandemi Covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan bahwa salat Idul Adha boleh dilakukan berjamaah di masjid atau lapangan, maupun berjamaah di rumah tergantung kawasan penyebaran Covid-19.


Hukum Salat Idul Adha

Salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah yang berarti sunah yang kuat atau sunah yang sangat dianjurkan. Salat Idul Adha juga menjadi salah satu syiar keagamaan.

Fatwa MUI menjelaskan salat Idul Adha disunahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki, perempuan, merdeka, hamba sahaya, dewasa, anak-anak, sedang di kediaman, dan bepergian atau musafir. Disunahkan dilakukan secara bersamaan maupun secara sendiri atau munfarid.

Salat Idul Adha sangat disunahkan dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, dan tempat lainnya. Namun di tengah wabah virus corona ini, salat Idul Adha juga boleh dilaksanakan di rumah.

Fatwa MUI menetapkan pelaksanaan salat Idul Adha saat pandemi Covid-19 mengikuti ketentuan Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Saat Wabah Pandemi Covid-19, Nomor 28 tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19, dan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Jum'at dan Jamaah untuk Mencegah Penularan Wabah Covid-19.

"Fatwa ini dibahas dan ditetapkan untuk memastikan pelaksanaan shalat Idul Adha dan ibadah kurban sesuai ajaran agama dan tetap menjaga keselamatan, menjaga protokol kesehatan agar tidak berpotensi menyebabkan penularan Covid-19," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh kepada CNNIndonesia.com.


Ketentuan pelaksanaan salat Idul Adha

Salat Idul Adha boleh dilaksanakan berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain yang berada di kawasan yang terkendali atau bebas dari Covid-19.

Salat Idul Adha boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau sendiri, terutama di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Pelaksanaan harus tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Panduan Tata Cara Shalat Idul Adha Berjamaah

1. Sebelum salat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Salat dimulai dengan menyeru "ash-shalaata jaami'ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat salat Idul Adha. Berikut niat salat Idul Adha:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Ushallii Sunnatal Iidil Adha Rok'ataini [makmuman/imaaman] Lillaahi ta'alaa.

Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.

4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar

7. Membaca surat al-Fatihah, diteruskan membaca surat yang pendek dari Alquran.

8. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar

10. Membaca surat Al-Fatihah, diteruskan membaca surat yang pendek dari Alquran.

11. Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

Panduan Kaifiat Khotbah Idul Adha

1. Khotbah 'Id hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan salat Idul Adha.

2. Khotbah 'Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca Alhamdulillah
c. Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca: اللهم صل على سيدنا محمد
d. Berwasiat tentang takwa
e. Membaca ayat Alquran

4. Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca: الحمد هلل
c. Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca: اللهم صل على سيدنا محمد
d. Berwasiat tentang takwa
e. Mendoakan kaum muslimin

Panduan tata cara salat Idul Adha di rumah

1. Salat Idul Adha yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri atau munfarid.

2. Jika salat Idul Adha dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
a. Jumlah jamaah yang salat minimal empat orang, satu orang imam dan tiga orang makmum.
b. Salat Idul Adha dua rakaat, dengan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua, seperti panduan di atas.
c. Usai salat Ied, khatib melaksanakan khotbah.
d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah maka salat Idul Adha boleh dilakukan berjamaah tanpa khotbah.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]