4 Posisi Terbaik Agar Tidur Lebih Nyenyak

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 22:10 WIB
Posisi tidur menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas tidur. Kenali beberapa posisi terbaik agar tidur lebih nyenyak. Ilustrasi. Posisi tidur menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas tidur. (Istockphoto/andresr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kualitas tidur yang baik menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan tubuh. Posisi tidur yang kurang tepat bisa mengganggu kualitas tidur. Kenali beberapa posisi terbaik agar tidur lebih nyenyak.

Posisi tidur yang berbeda memiliki manfaat yang juga berbeda. Beberapa penyakit mengharuskan Anda untuk tidur dengan posisi tertentu.

Tidur dalam posisi yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Berikut beberapa posisi tidur yang baik agar lebih nyenyak, melansir Healthline.


1. Posisi janin

Posisi meringkuk seperti bayi dalam kandungan menjadi posisi tidur yang paling populer. Wajar saja, sebab posisi ini memiliki banyak manfaat. Tak hanya baik untuk meredakan nyeri pada punggung, tidur dalam posisi ini juga dapat membantu mengurangi dengkuran.

Namun, tidur dalam posisi ini juga memiliki beberapa kelemahan. Pastikan postur tubuh Anda relatif longgar dan rileks. Jika tidak, posisi ini bisa membatasi pernapasan Anda.

Selain itu, jika Anda bermasalah dengan nyeri sendi, posisi ini sangat mungkin membuat tulang Anda terasa linu di pagi hari.

2. Tidur menyamping

Selain tidur meringkuk, tidur dengan posisi menyamping juga baik, utamanya jika Anda tidur menyamping ke kiri. Tak hanya dapat mengurangi dengkuran, tidur posisi ini juga bagus untuk pencernaan.

Sebuah penelitian menemukan, tidur dengan posisi menyamping ke sebelah kanan dapat meningkatkan rasa mulas dan refluks asam lambung. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidur menyamping ke sebelah kiri akan lebih baik untuk menjaga pencernaan Anda tetap tenang saat tertidur.

Namun, tidur dalam posisi ini bisa menyebabkan bahu terasa kaku. Penelitian juga menunjukkan tidur dengan posisi menyamping ke kiri dapat berkontribusi pada kemunculan keriput wajah.

Letakkan bantal atau guling di antara kaki untuk membantu menyelaraskan pinggul demi menghindari nyeri punggung bagian bawah.

Top back view portrait of sleepy woman lying on stomach wearing pants singlet tired after hard dayIlustrasi. Tengkurap menjadi posisi tidur terbaik bagi mereka yang memiliki sleep apnea. (Istockphoto/Deagreez)

3. Tidur telentang

Tidur telentang menawarkan manfaat kesehatan paling banyak. Tak hanya melindungi tulang belakang, tapi juga meringankan sakit pinggul dan lutut.

Tidur telentang menggunakan gravitasi untuk menjaga tubuh tetap sejajar di atas tulang belakang. Kondisi ini dapat membantu mengurangi tekanan yang tidak perlu pada punggung dan persendian. Menyimpan bantal di bawah lutut dapat membantu menopang lekukan alami punggung.

Selain itu, tidur telentang juga bermanfaat untuk kesegaran kulit. Tidur telentang melindungi kulit wajah dari bantal yang bisa membuatnya berkerut karena gravitasi.

Namun, tidur dalam posisi ini tak disarankan bagi mereka yang memiliki sleep apnea. Tidur posisi ini juga tak direkomendasikan untuk mereka yang bermasalah pada punggung.

4. Tidur tengkurap

Tidur tengkurap mungkin menjadi bagian daftar posisi tidur terbawah. Posisi ini sebenarnya membantu mereka yang memiliki masalah dengan dengkuran atau sleep apnea. Namun, tak ada manfaat lain selain itu.

Alih-alih bermanfaat banyak, tidur posisi ini dapat membuat leher dan punggung terasa sakit. Posisi ini juga dapat menambah banyak ketegangan pada otot dan persendian. Rasa lelah dan linu umumnya akan terasa saat Anda terbangun dari posisi tidur ini.

Meletakkan bantal di bagian bawah perut mungkin dapat mengurangi sakit punggung.

Di luar posisi-posisi tidur terbaik di atas, Anda bisa berupaya meningkatkan kualitas tidur dengan beberapa cara. Hindari konsumsi kafein berlebih, berolahraga secara teratur, dan membuat rutinitas malam yang membantu Anda rileks bisa membuat tidur lebih nyenyak.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]