Faktor dan Orang yang Berisiko Mengalami 'Graves Disease'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 16:55 WIB
Usia, jenis kelamin dan gen adalah tiga di antara sejumlah faktor risiko di balik penyakit Graves atau graves disease autoummune hipertiroid. Ilustrasi: Usia, jenis kelamin, gen dan kondisi stres adalah beberapa di antara sejumlah faktor risiko di balik penyakit Graves atau Graves' disease autoummune hipertiroid. (Foto: Istockphoto/ ljubaphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selebritas Jessica Iskandar mengalami kondisi autoimun yang disebut dengan penyakit Graves atau Graves' disease autoimmune hipertiroid. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti penyakit Graves. Namun, terdapat sejumlah faktor risiko yang membuat orang-orang tertentu lebih rentan mengalami Graves' disease.

Penyakit Graves adalah kelainan autoimun yang menyebabkan hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif. Tiroid adalah kelenjar kecil yang berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher.

Kelenjar tiroid itu memproduksi hormon tiroid yang mengendalikan tubuh menggunakan energi, sehingga mempengaruhi setiap organ termasuk cara jantung berdetak.


Penyakit Graves membuat sistem kekebalan tubuh justru menyerang kelenjar tiroid yang membuatnya memproduksi lebih banyak hormon tiroid sehingga mempengaruhi cara kerja tubuh. Penyakit Graves dapat menyebabkan masalah serius pada jantung, tulang, otot, siklus menstruasi, dan kesuburan.

Meski tak diketahui sebabnya secara pasti, menurut peneliti, gangguan ini mungkin berkembang dari kombinasi gen dan pemicu luar seperti virus dan stres.

Prevalensi penyakit Graves diperkirakan terjadi pada satu dari 200 orang.

Berikut faktor risiko dan orang-orang yang berisiko mengalami Graves' disease, berdasarkan data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK).

1. Usia

Penyakit Graves biasanya terjadi pada orang dengan usia 30-50 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada usia lainnya.

2. Jenis kelamin

Penyakit ini delapan kali lebih mungkin terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

3. Gen atau keturunan

Risiko seseorang terkena penyakit Graves meningkat jika memiliki gen atau terdapat keluarga yang memiliki penyakit tersebut.

4. Gangguan autoimun lain

Orang dengan gangguan autoimun lainnya lebih mungkin mengembangkan penyakit Graves, seperti artritis reumatoid, anemia pernisiosa, lupus, penyakit Addison, penyakit celiac, vitiligo, dan diabetes tipe 1.

5. Stres

Dikutip dari Mayo Clinic, stres secara fisik dan emosional dapat memicu munculnya penyakit Graves.

6. Kehamilan

Kehamilan dan proses persalinan dapat meningkatkan risiko kelainan Graves.

7. Merokok

Merokok mempengaruhi sistem imun sehingga meningkatkan risiko mengembangkan penyakit Graves.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]