Tentang Graves Disease, Sakit yang Diderita Jessica Iskandar

tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 12:34 WIB
Setelah dikabarkan mengalami takikardia dan hipertiroid, Jessica Iskandar kembali curhat soal kondisi kesehatannya dan disebut memiliki penyakit graves. Setelah dikabarkan mengalami takikardia dan hipertiroid, Jessica Iskandar kembali curhat soal kondisi kesehatannya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah dikabarkan mengalami takikardia dan hipertiroid, Jessica Iskandar kembali curhat soal kondisi kesehatannya. Perempuan yang akrab disapa Jedar ini disebut mengidap penyakit graves. Dalam vlog yang ia unggah di akun Youtube miliknya, Jedar tampak menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menjelaskan Jedar positif memiliki kondisi autoimun yang disebut graves disease autoimmune hipertiroid. Sekitar 80-90 persen pasien dengan kondisi hipertiroid mengalami penyakit graves.

"Aku baru tahu kalau nama pastinya, keadaan yang aku alami sekarang graves' disease autoimmune hipertiroid," ujar Jedar dalam vlog yang diunggah pada Sabtu (24/7).


Apa sebenarnya graves' disease autoimmune hipertiroid, penyakit yang diderita Jessica Iskandar?

Melansir dari Medical News Today, penyakit graves termasuk penyakit autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh mengira sel-sel sehat adalah benda asing sehingga imun menyerang mereka.  

Sebelumnya, penyakit graves dikenal dengan nama 'exophthalmic goiter'. Kemudian diberi nama 'graves' yang diambil dari dokter asal Irlandia, Sir Robert Graves yang pertama kali mendeskripsikan penyakit ini pada 1835.

Hingga kini, penyebab penyakit autoimun belum diketahui pasti. Namun melansir dari laman Mayo Clinic, sejumlah faktor bisa meningkatkan risiko penyakit graves antara lain, riwayat keluarga dengan penyakit ini, jenis kelamin dan usia di mana perempuan lebih banyak mengalami kasus penyakit graves, stres (baik secara mental maupun fisik), kehamilan dan penyakit autoimun lain.

Sementara itu, pasien dengan penyakit graves bisa mengalami gejala-gejala seperti, keringat lebih banyak, kehilangan berat badan, tangan tremor, perubahan siklus haid, penurunan libido hingga impotensi, kecemasan, detak jantung tidak beraturan, pembesaran kelenjar tiroid, dan gagal jantung.

Sebagai tindak lanjut, terapi penyakit graves dilakukan dengan tujuan mengatur produksi hormon tiroid dan mengurangi gejala. Dalam kasus ini, dokter menyebut Jedar harus menjalani pengobatan jangka panjang sekitar 1,5-2 tahun tanpa putus.

"Doanya semoga aku cepet sembuh. Obatnya makin banyak artinya kerjanya makin cepet, biar aku cepet sembuh," imbuhnya.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]