Rekomendasi Tanaman Pagar Rumah Cantik dan Tips Merawatnya

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 11:24 WIB
Tanaman pagar rumah cantik tak hanya memperindah pekarangan, melainkan juga berfungsi memberikan keamanan karena memberikan batas privat di rumah Anda. Ilustrasi: Tanaman pagar rumah cantik tak hanya memperindah pekarangan, melainkan juga berfungsi memberikan keamanan karena memberikan batas privat di rumah Anda. (Foto: SasinParaksa/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keberadaan tanaman pagar bukan sebatas mempercantik pekarangan rumah. Lebih dari itu, tanaman pagar berfungsi memberikan batas privat serta keamanan bagi pemilik rumah. Itu sebab agar fungsinya menyeluruh, tak jarang orang memilih memelihara tanaman pagar rumah cantik.

Selain memagari rumah, tanaman yang indah juga menambah elok suasana sekitar Anda.

Tanaman pagar memang lazim digunakan sebagai pembatas, apalagi untuk rumah model minimalis. Anda juga bisa mengkombinasikan dengan tanaman hias lain untuk sebagai pembatas di tepian kolam renang.


Melansir Decoist, ada beberapa rekomendasi tanaman pagar yang bisa Anda masukkan ke daftar referensi. Selain jenis tanaman, Anda juga perlu memperhatikan perawatan dan daya hidup tanaman agar pemilik tak perlu repot melakukan perawatan super-ekstra.

Berikut beberapa rekomendasi tanaman dan perawatannya.

Bambu

Bambu merupakan tanaman yang dapat hidup dengan mudah di daerah tropis di Benua Asia. Melansir Bamboo Plants Online, tanaman ini diklasifikasikan menjadi dua golongan.

Bambu invasif yang punya karakter mudah tumbuh tinggi menjulang, lebar dan, tidak beraturan. Sedangkan golongan lain merupakan bambu non-invasif, yang kerap dijadikan tanaman pagar.

Bambu non-invasif kerap dipilih jadi tanaman pagar lantaran bentuknya yang rapat dengan diameter 5 centimeter dan pemangkasannya pun mudah.

Sejauh ini, Bambu Seabreeze adalah bambu berukuran sedang, dan paling populer digunakan sebagai tanaman pagar. Ia disebut sangat efektif, sebab memiliki banyak cabang lateral, yang menjadikan tanaman pagar semakin apik sebagai tanaman privasi.

Selain itu, bambu dengan tipe Blue Chungii, Gracilis Graceful dan Oldhamii juga pilihan yang layak dicoba untuk dijadikan tanaman pagar.

Banner GIF Tips Merawat Tanaman Hias

Beberapa kunci perlu diperhatikan selama proses pertumbuhan tanaman pagar bambu. Anda bisa mengikuti rangkaian tips merawat bambu berikut:

1. Media Tanam Bambu

Media tanam bambu jadi kunci utama tumbuh kembangnya. Anda harus memastikan untuk menyediakan tanah humus, atau tanah yang terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon.

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan pupuk kandang, serta pasir standar, lantas mencampurkannya dengan takaran masing-masing perbandingan tanah, pupuk kompos dan pasir 3:1:1.

Bambu dapat ditanam dalam pot biasa atau pot plastik. Jika Anda menggunakan pot dari tanah liat, maka usahakan untuk mengganti pot secara rutin, minimal empat bulan sekali.

2. Stek Batang

Jika ingin memperbanyak jumlah bambu, maka cobalah potong beberapa bagian tanaman yang kokoh dan sehat.

Kemudian, potongan itu tancapkan ke tanah.

Tapi pastikan tanah tersebut memiliki tingkat kelembaban yang baik, agar bambu cepat tumbuh dengan sehat. Setelah menunggu tiga minggu, Anda bisa memindahkan bambu hasil stek ke media tanam pot biasa atau pot plastik.

3. Pemupukan Tanaman

Proses pemupukan memang penting untuk tanaman. Namun ada aturannya, memberikan terlalu banyak pupuk salah-salah justru membuat tanaman sakit.

Gunakan pupuk NPK yang bermanfaat bagi kesuburan dan pertumbuhan bambu. Untuk tanaman yang baru saja ditanam, berikan pupuk selama dua minggu sekali dengan memberikan vitabloom atau pupuk daun.

4. Penyiraman Tanaman

Selain pupuk, bambu juga perlu disiram. Tapi penyiraman juga harus mempertimbangkan cuaca.

Ketika cuaca basah atau lembab maka Anda tak perlu menyiramnya, tapi jika cuaca panas terik maka Anda harus sering menyiram bambu paling tidak dua hari sekali, agar kebutuhan air tercukupi.

5. Peletakan Tanaman

Bambu yang cocok tumbuh di daerah tropis, tentu menyukai paparan sinar matahari. Namun harus pula dipastikan bahwa bambu Anda tak mendapatkan matahari yang berlebihan.

Infografis Tren Tanaman Hias dari Tahun ke TahunFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Tren Tanaman Hias dari Tahun ke Tahun

Boxwood

Tanaman yang masuk kategori keluarga tumbuhan Buxaceae ini memiliki karakteristik mudah tumbuh di daerah panas. Jenis tanaman ini mudah dipangkas, Anda bisa dengan gampang membentuknya membulat menyerupai kepala.

Dikutip dari Gardening Know How, setidaknya ada beberapa tips menanam dan merawat tanaman pagar jenis ini. Boxwood yang kerap difungsikan sebagai pembatas rumah dan jalan, memiliki rangkaian perawatan sebagai berikut:

1. Media Tanam

Tanaman pagar yang satu ini menyukai tanah dengan kandungan basa, atau tanah dengan pH lebih dari 7. Karena alasan itu, para ahli umumnya menyarankan Anda menghindari penanaman boxwood dekat dengan semak yang menyukai asam, seperti azalea dan rhododendron.

Hindari juga menanam di dekat golongan semak yang menyukai tanah dengan pH lebih rendah antara 4.5 hingga 6.0.

Selain itu Boxwood, sangat tidak menyukai tanah yang basah. Oleh sebab itu, ada baiknya menanam tanaman ini jauh dari kali ataupun sungai.

2. Perhatikan Akar Tanaman

Tanaman ini memiliki akar yang sangat dangkal atau pendek. Tantangan pemilik adalah membuat akar Boxwood menyatu dengan tanah agar tidak memiliki rongga volume terlalu banyak dalam tanah.

Pasalnya, akar Boxwood mudah mengering, karena itu pastikan kedalaman saat menanam. Jangan terlalu dalam, atau juga jangan terlalu dangkal, sesuaikan saja dengan panjang akar.

3. Pemupukan Tanaman

Sebagaimana tanaman lain, berikan pupuk sesuai dosis dan aturan. Jangan berlebihan. Anda bisa menggunakan NPK.

4. Penyiraman Tanaman

Boxwood sangat menyukai cahaya matahari karena itu kerapkali ditanam di area yang langsung terkena kontak matahari.

Jika cuaca basah dan lembab tidak perlu dilakukan penyiraman. Namun jika cuaca panas dan terik, maka Anda perlu sering-sering menyiram, paling tidak dua hari sekali agar kebutuhan air tercukupi.

[Gambas:Video CNN]

Curtain Creeper

Tanaman pagar yang satu ini tentu sudah tidak asing di Indonesia. Sebagian orang menggunakannya sebagai dekorasi di hotel, pusat perbelanjaan hingga, pagar rumah pribadi.

Curtain Creeper merupakan sebuah sebutan dari tanaman yang memiliki nama asli Tarlmounia atau Veronica elliptica ini. Sebutan itu tak hanya 'asbun' atau asal bunyi, melainkan karena bentuk Tarlmounia yang tumbuh ke bawah seolah menjadi tirai.

Sesuai nama bekennya: Curtain Creeper, yang berarti tirai yang menjalar.

Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman vertikal. Itu sebab, disarankan untuk menanam Curtain Creeper di dekat bidang vertikal sehingga bisa jadi media untuk merambat, seperti dinding.

Mengutip dari Lil Plants, tanaman ini termasuk yang tidak 'rewel'. Tapi tetap saja, untuk memberikan kesan dekorasi warna hijau segar nan indah, Anda harus mengikuti beberapa tips perawatan berikut:

1. Media Tanam

Pemilik perlu menyediakan tanah yang humus atau tanah organik. Jangan gunakan tanah kering yang menggumpal.

Tanaman ini juga menyukai tanah yang lembab, meski ia bisa bertahan hidup dengan sengatan langsung sinar matahari.

Kemudian, letakkan sejumput biji dengan jarak tidak lebih sepuluh centimeter. Tujuannya, agar kelak Curtain Creeper tumbuh rapat dan menyerupai tirai.

2. Stek Batang

Jika menginginkan memperbanyak jumlah tanaman ini, cobalah memotong beberapa bagian daun dan batang Curtain Creeper.

Kemudian, tancapkan potongan tersebut ke tanah.

Selain itu, pastikan untuk menanamnya di tempat yang memiliki ketinggian, seperti di jendela lantai dua atau dari atas pagar. Sebab tanaman ini cepat sekali tumbuh dan lebih apik jika menempel dan tidak bergelantungan seluruhnya.

3. Pemupukan Tanaman

Anda bisa memberikan pupuk NPK. Sementara pada tanaman yang masih baru, Anda bisa berikan pupuk daun atau vitabloom dua minggu sekali.

Sesuaikan dosis pupuk dengan aturan. Jangan sampai memberikan terlalu banyak pupuk.

4. Penyiraman Tanaman

Soal siram-menyiram ini perlakuannya tak jauh beda dengan tanaman pagar lain. Saat cuaca basah atau lembab, Anda tak perlu sering-sering menyiram.

Namun sebaliknya, jika cuaca panas dan terik maka tetap perlu melakukan penyiraman setidaknya dua hari sekali.

5. Potong Bunga Berbahaya

Tanaman pagar ini dapat menghasilkan bunga yang bakal mekar pada waktu-waktu tertentu. Tapi bunganya yang indah itu justru berdampak buruk.

Bunga Curtain Creeper yang berwarna hijau akan berubah menyerupai buah bulat, saat hal itu terjadi, maka Anda harus sigap memotong. Ini karena bunga Curtain Creeper cukup beracun. Bersegeralah mengambil gunting tanaman.

Setelah mengetahui berbagai macam tanaman pagar rumah cantik, Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk memperindah sekaligus menjadi pembatas rumah Anda. Tanaman pagar bisa jadi salah satu alternatif 'anak asuh' untuk menemani hobi berkebun Anda!

(khr/NMA)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA