5 Kesalahan Umum saat Olahraga di Rumah

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 06:06 WIB
Meski terbilang lebih aman, olahraga di rumah tetap harus diperhatikan. Beberapa kesalahan yang umum dilakukan berisiko membuat olahraga berujung cedera. Ilustrasi. Beberapa kesalahan umum saat berolahraga di rumah berisiko menimbulkan cedera. (iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk saat ini, olahraga di rumah sangat disarankan. Daripada olahraga di pusat kebugaran atau arena publik lainnya, Anda dianggap akan lebih aman dengan berolahraga di rumah.

Namun, meski terbilang aman, olahraga di rumah juga perlu mendapat perhatian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika salah, olahraga bisa berujung cedera dan berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

Berikut beberapa kesalahan saat olahraga, melansir Live Strong.


1. Melewatkan pemanasan

Salah satu kesalahan paling umum saat berolahraga di rumah adalah tidak melakukan pemanasan yang tepat.

Ahli terapi fisik, Jereme Schumacher mengatakan, pemanasan sangat penting untuk memastikan tubuh siap melakukan gerakan olahraga. Tanpa pemanasan yang tepat, risiko cedera akan lebih besar.

Lakukan olahraga kardio ringan untuk meningkatkan detak jantung dan menyiapkan otot bekerja. Mulai dari gerakan lambat dan terkontrol.

2. Tidak ada 'menu' olahraga

Konsistensi latihan memang jadi tantangan ketika berolahraga di rumah. Dorongan untuk terus berolahraga terasa sulit jika Anda olahraga tanpa ada rencana atau menu latihan.

Schumacher mengatakan, sesi olahraga tanpa rencana membuat orang kembali ke rutinitas olahraga yang lama. Seiring berjalannya waktu, olahraga dengan gerakan sama berulang-ulang bisa mengakibatkan cedera. Selain itu, Anda mungkin tidak akan melihat banyak kemajuan.

"Untuk olahraga di rumah, saya biasanya menyarankan bergantian antara tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah setiap hari," imbuhnya.

3. Olahraga terlalu rumit

Selama masa pandemi, Anda bisa memperoleh menu-menu olahraga dari media sosial atau video-video YouTube. Namun, sering kali pilihan olahraga yang hadir di media sosial dinilai Schumacher terlalu rumit.

"Jika gerakan terlalu rumit untuk Anda atau Anda tidak memiliki pengaturan khusus, ini dapat dengan cepat mengakibatkan cedera atau kecelakaan yang terjadi selama olahraga," kata Schumacher.

Daripada mencari gerakan kompleks untuk menambah variasi latihan, sebaiknya coba melakukan variasi pada repetisi atau menambah intensitas.

4. Bentuk gerakan kurang tepat

Olahraga bersama personal trainer setidaknya membuat Anda melakukan gerakan yang benar. Saat di rumah, tentu gerakan apapun yang Anda lakukan tidak ada yang bakal membetulkan. Kondisi ini sangat berisiko, apalagi saat Anda melakukan latihan yang cukup berat.

Sebaiknya berolahraga-lah di depan cermin untuk memastikan gerakan Anda benar. Pertimbangkan untuk memiliki personal trainer virtual sehingga Anda tak ragu untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu.

5. Alat buatan sendiri

Tidak ada alat untuk berolahraga? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Tas berisi buku-buku tebal bisa Anda jadikan barbel. Namun, Schumacher menyarankan untuk tidak terlalu banyak bereksperimen, termasuk menekankan kaki ke sofa.

"Mengangkat barang-barang yang memiliki bentuk tidak beraturan atau berat yang berbeda bisa mengakibatkan asimetri dalam tubuh Anda dan ada ketidakteraturan pada sendi," jelasnya.

Jika memang memerlukan alat, temukan barang yang bentuk dan beratnya sama di setiap sesi olahraga. Pastikan barang stabil dan tidak mudah pecah saat digunakan.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]