Manfaat Olahraga Jalan Kaki, Jaga Fisik sampai Kesehatan Jiwa

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 10:16 WIB
Warga berolahraga di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020. SUGBK dibuka kembali mulai 5 Juni 2020 untuk kegiatan olahraga pasca keputusan pemerintah DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Ilustrasi: Manfaat olahraga jalan kaki bukan hanya meningkatkan kesehatan fisik belaka, melainkan juga menyegarkan kesehatan mental dan menjernihkan pikiran. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berjalan kaki sekitar 15 menit atau 30 menit di sela kesibukan atau rentetan kegiatan harian bakal mendatangkan beragam manfaat. Bukan hanya berguna bagi kesehatan fisikmanfaat olahraga jalan kaki juga berhubungan dengan kesehatan mental.

Psikolog dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani mengungkapkan berjalan cepat dengan durasi tertentu bisa menurunkan risiko depresi. Mengutip hasil penelitian Harvard T.H. Chan School of Public Health ia mengungkapkan manfaat bergerak aktif untuk kesehatan mental.


Apalagi, kata dia di tengah ketidakpastian pandemi virus corona yang berpotensi mengakibatkan masalah kesehatan jiwa mulai dari stres, gangguan kecemasan hingga depresi.

"Membangun gaya hidup yang aktif, misalnya berolahraga rutin dan aktif bergerak dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko depresi, melepaskan rasa tegang dan stress, serta meningkatkan energi fisik dan
mental melalui produksi endorfin," jelas Nadya dalam diskusi daring bersama Hilo Active yang diikuti CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Selain memperbaiki kondisi hati dan mood, manfaat olahraga jalan kaki juga berupa tameng bagi penyakit tertentu dan bahkan bisa memperpanjang usia. Berikut manfaat olahraga jalan kaki bagi kesehatan.

Infografis manfaat jalan kakiFoto: Hafshah Fakhrin
Infografis manfaat jalan kaki

1. Membakar kalori

Berjalan kaki mampu membakar kalori Anda, sehingga bisa membantu mempertahankan ataupun menurunkan berat badan.

Namun begitu pembakaran kalori ini juga bergantung beberapa faktor lain seperti kecepatan berjalan, jarak tempuh, medan dan lama waktu jalan kaki.

2. Memperkuat fungsi hati

Berjalan kaki setidaknya 30 menit sehari dan lima kali sepekan dapat mengurangi 19 persen risiko penyakit jantung koroner. Semakin Anda meningkatkan durasi atau jarak jalan kaki maka kian tinggi pula risikonya berkurang.

3. Mengurangi risiko penyakit

Berjalan kaki berarti Anda membawa beban berat badan Anda sendiri setiap kali melangkah. Ini dikenal pula sebagai latihan menahan beban.

Adapun beberapa manfaatnya dikutip dari laman Better Health meliputi peningkatan kebugaran kardiovaskular atau jantung dan paru-paru, penurunan risiko penyakit jantung dan stroke, perbaikan manajemen kondisi seperti hipertensi, kolesterol tinggi, nyeri sendiri juga kekakuan sendi dan otot, juga diabetes.

Berjalan kaki juga memperkuat tulang dan meningkatkan keseimbangan kekuatan juga daya tahan tubuh, selain tentu mengurangi lemak jahat.

[Gambas:Video CNN]

4. Meningkatkan imunitas tubuh

Berjalan kaki dapat mengurangi risiko Anda terserang flu. Sebuah studi yang diterbitkan jurnal British Journal of Sport Medicine melacak 1.000 orang dewasa selama musim flu.

Responden yang berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama 30 hingga 45 menit sehari, mengalami risiko 43 persen lebih kecil terserang penyakit dibanding yang tidak. Orang-orang yang lebih rajin dan lama berjalan ini juga lebih sedikit kemungkinan terinfeksi saluran pernapasan.

5. Mendongkrak mood dan kreativitas

Alih-alih terus menggempur dengan bercangkir-cangkir kopi, berjalan kaki ketika Anda lelah baik secara fisik maupun emosional barangkali jadi jalan untuk mendorong energi positif.

Berjalan kaki akan meningkatkan oksigen ke seluruh tubuh. Aktivitas ini juga dapat menaikkan kadar kartisol, epinefrin, dan norepinefrin atau hormon-hormon yang membantu meningkatkan energi.

Melangkahkan kaki-kaki Anda juga bisa berarti mendatangkan ide baru. Sebab jalan kaki dapat membantu Anda menjernihkan pikiran dan berpikir kreatif.

Sebuah studi yang mencakup empat percobaan membandingkan orang-orang yang tengah menemukan ide, antara yang berjalan dengan yang duduk. Peneliti menemukan peserta akan lebih baik menemukan ide ketika berjalan kaki, terutama saat berjalan di luar ruangan.

(NMA)

[Gambas:Video CNN]