Bahaya Penyakit Gonore, Infeksi Menular Seksual pada Kelamin

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 12:04 WIB
Jika tak segera diobati, bahaya penyakit gonore dapat menyebabkan kemandulan hingga kerusakan organ tubuh. Ilustrasi. Jika tak segera diobati, bahaya penyakit gonore dapat menyebabkan kemandulan hingga kerusakan organ tubuh. (Istockphoto/Staras)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gonore atau kencing nanah yang dikenal juga dengan pilek pada kelamin merupakan salah satu infeksi menular seksual yang berbahaya. Jika tak segera diobati, bahaya penyakit gonore dapat menyebabkan kemandulan hingga kerusakan organ tubuh.

Gonore adalah penyakit kelamin yang disebabkan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menular dari orang ke orang melalui kontak seksual. Masa inkubasi gonore hingga menimbulkan gejala klinis berlangsung sangat cepat antara 2-5 hari.

Pada laki-laki gonore ditandai dengan sejumlah gejala seperti keluarnya nanah dari penis berwarna putih, kuning, krem atau kehijauan; bengkak pada penis dan testis; nyeri saat buan air kecil; dan frekuensi buang air kecil semakin sering. Sedangkan pada perempuan, pada tahap awal gonore tidak menimbulkan gejala. Namun, pada pemeriksaan akan ditemukan cairan nanah di vagina. Sejumlah perempuan juga merasakan nyeri saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri panggul, dan bengkak pada vulva.


Gonore terjadi pada orang yang aktif secara seksual dengan faktor risiko diantaranya memiliki pasangan seks baru, memiliki banyak pasangan seks, memiliki infeksi menular seksual lain, dan perilaku seks berisiko.

Gonore bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Namun, jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan.

"Jika diobati dengan benar bisa sembuh secara tuntas, artinya tidak akan timbul kembali. Tapi, jika dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi," kata dokter spesialis kulit kelamin Anthony Handoko dalam virtual media briefing, Rabu (5/8).

Bahaya Penyakit Gonore

Gonore yang tidak diobati akan menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya, seperti berikut.

1. Kemandulan

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada perempuan maupun laki-laki. Pada perempuan, gonore yang berawal dari vagina dapat menyebar ke seluruh organ reproduksi sehingga mengganggu rahim dan produksi telur, serta menyebabkan kemandulan.

Pada laki-laki, gonore dapat menginfeksi saluran sperma yang membuat produksi dan kualitas sperma berkurang sehingga menyebabkan kemandulan.

2. Infeksi janin

Gonore yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan infeksi pada janin. Infeksi pada janin dikaitkan dengan keguguran, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, ketuban pecah dini, infeksi pada lapisan dinding dalam rahim, dan kehamilan di luar rahim.

3. Infeksi pada bayi baru lahir

Ibu yang terinfeksi gonore dapat menularkan penyakitnya pada bayi yang dilahirkan saat proses persalinan. Bayi dapat terpapar bakteri gonore ketika bersentuhan dengan sekresi genital ibu.

Bayi yang terinfeksi dapat mengalami infeksi kulit kepala, infeksi saluran pernapasan atas, uretritis, vaginitis, dan kebutaan jika terkena pada mata. Infeksi juga bisa masuk ke darah bayi dan menyebabkan berbagai penyakit.

Saat bakteri ada di dalam tubuh, maka dapat menyebabkan radang sendi dan radang jaringan di otak atau sumsum tulang belakang.

4. Penyakit sistemik

Gonore yang tidak diobati dalam jangka panjang dapat meluas ke seluruh tubuh. Gonore dapat berada di dalam darah dan berpindah dari satu organ ke organ lain sehingga menyebabkan penyakit sistemik.

Gonore dapat menyebabkan infeksi jantung, radang selaput otak atau meningitis, dan berbagai kerusakan organ.

Untuk mencegah bahaya penyakit gonore, terapkan perilaku seksual yang sehat seperti tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom. Segera konsultasikan ke dokter jika merasa terinfeksi dan hindari kontak seksual agar tidak menular pada orang lain.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]