Studi: Hujan Badai Rentan Picu Serangan Asma

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 15:41 WIB
Penelitian terbaru menemukan, hujan badai berisiko memicu serangan asma karena berbagai faktor. Ilustrasi. Penelitian terbaru menemukan, hujan badai berisiko memicu serangan asma karena berbagai faktor. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para penderita penyakit asma tampaknya harus waspada saat musim hujan badai melanda. Penelitian menemukan, hujan badai berisiko memicu serangan asma.

Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine menemukan bahwa kunjungan unit gawat darurat (UGD) meningkat selama beberapa hari sebelum badai besar melanda yang umumnya ditandai oleh banyaknya petir. Pasien merupakan kelompok lansia dan menderita asma serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

"Meski data penelitian memperlihatkan risiko itu pada kelompok lansia, namun kelompok orang yang lebih muda dengan penyakit asma juga sama berisiko," ujar salah satu penulis studi Anupan Jena, melansir CNN.


Lebih detail, studi menemukan, kunjungan UGD mencapai puncaknya sehari sebelum badai. "Peningkatan kunjungan terjadi jelang hujan badai turun," tegas Jena. Setelah badai usai, para peneliti melihat tingkat kunjungan UGD karena serangan asma mengalami penurunan.

Jena menjelaskan, jelang badai, suhu udara mulai naik dan jumlah materi partikulat di udara meningkat. Materi partikulat merupakan campuran partikel padat dan cair yang ditemukan di udara.

Materi itu bisa berupa partikel debu, kotoran, dan asap atau partikel yang sangat kecil dan dapat terhirup tanpa sengaja. Partikel kecil itu dikenal dengan istilah PM 2.5.

"Karena mereka [PM 2.5] sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan merusak fungsinya," jelas Jena.

Berbagai aspek cuaca seperti suhu udara yang lebih tinggi, kecepatan angin, dan turbulensi udara juga turut berkontribusi. Reaksi kimia di udara semakin cepat seiring kenaikan suhu udara, turbulensi udara, dan kecepatan angin yang memengaruhi cara polutan menyebar ke suatu daerah.

"Jika Anda tahu badai akan datang, berhati-hati lah," imbau Jena.

Serangan 'Asma Badai'

Istilah 'asma badai' merujuk pada kekambuhan penyakit asma yang meningkat saat badai. Fenomena ini pertama kali tercatat di Birmingham, Inggris pada 1983 dan Melbourne, Australia pada 1987. Kala itu, serangan asma meningkat bersamaan dengan badai petir yang hebat.

Tak ada yang memahami apa yang membuat hal tersebut terjadi. Pasalnya, hujan sendiri dikenal dapat membersihkan serbuk sari dari udara. Paparan serbuk sari dikenal sebagai salah satu pemicu serangan asma.

Para peneliti dari University of Georgia menemukan bahwa aliran udara dingin saat badai mengirim jamur dan serbuk sari ke awan. Partikel kecil itu kemudian dapat melewati hidung dan sinus ke paru-paru.

Sementara itu, studi sebelumnya juga pernah menemukan bahwa peningkatan suhu udara yang cepat dapat memicu masalah pernapasan.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]