3 Penyakit yang Muncul akibat Malas Bersihkan Kasur

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 31/08/2020 08:41 WIB
Kasur yang kotor mengundang tungau dan kutu busuk untuk berkembang biak. Berikut penyakit yang mengintai jika tak pernah membersihkan kasur. Kasur yang kotor mengundang tungau dan kutu busuk untuk berkembang biak. Berikut penyakit yang mengintai jika tak pernah membersihkan kasur. (Foto: JamesDeMers/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu penentu kualitas tidur yang baik juga tergantung pada kondisi kasur atau alas tidur. Dengan rajin merawat kebersihan kasur, itu berarti Anda juga menjaga tidur dan kesehatan.

Kebersihan alas tidur tak cukup hanya dengan mengebas kasur dan mengganti seprei tiap minggu. Kasur juga harus 'dicuci' karena rentan menyerap keringat, debu, kotoran, dan sel kulit mati setiap kali kita tidur.

Kotoran yang menumpuk setiap hari dan dibiarkan lama-kelamaan dapat mendatangkan 'tamu tak diundang' seperti tungau dan kutu busuk untuk berkembang biak. Bahkan noda gelap yang muncul karena kombinasi kotoran itu juga dapat merusak kualitas kasur.


Kasur yang jorok dan kotor menimbulkan risiko serius bagi kesehatan Anda. Berikut 3 penyakit yang mengintai jika tak pernah membersihkan kasur.


1. Infeksi

Tubuh kita pasti pasti mengeluarkan keringat dan kulit mati ketika tidur. Ini membuat kasur jadi lingkungan yang hangat dan lembap untuk tumbuhnya jamur dan koloni bakteri.

Melansir WebMD, Berbagai jenis jamur dan bakteri termasuk E. coli dan Staphylococcus aureus dapat menumpuk di kasur Anda dan bisa menyebabkan infeksi seperti diare, sakit perut, muntah, dan demam.

Panggil jasa pembersih kasur profesional untuk membasmi bakteri dan tungau karena mereka pasti punya bahan pembersih khusus yang dapat membunuh kuman.


2. Alergi dan iritasi

Penumpukan kotoran, debu, dan keringat di kasur jadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan kutu busuk. Hewan pengisap darah ini mulai mencari makan ketika Anda tidur. Mereka bersembunyi di sela jahitan kasur, seprai, dan bantal guling Anda.

Paparan kutu busuk pada manusia dapat mengakibatkan banyak efek berbahaya pada kesehatan. Ketika ada bekas gigitan merah dan gatal di tempat tidur, Anda bisa mencurigai keberadaan tungau dan kutu busuk.


3. Asma dan bronkitis

Kulit mati adalah hidangan bagi tungau yang lapar. Keberadaan tungau dan kotorannya dapat memicu alergi pernapasan seperti asma. Berdasarkan penelitian State University of Ohio memperkirakan bahwa terdapat 100.000 hingga 10 juta tungau nongkrong di kasur yang tak pernah dibersihkan.


Nah, dengan risiko penyakit di atas, mulai sekarang pastikan rutin membersihkan kasur dari kutu, tungau, dan segala noda yang menempel.

Jangan tunggu kasur sampai tampak sangat kotor, menghitam, dan terasa gatal. Setidaknya, bersihkan tempat tidur setiap enam bulan sekali untuk mencegah kemunculan tamu tak diundang yang memicu penyakit.

Anda bisa memanggil layanan pembersih kasur profesional Grab Clean and Fix yang bermitra dengan Sejasa.com untuk menghilangkan noda, debu kotoran, tungau dan kutu busuk.

Selain menyediakan jasa daily cleaning, Anda juga bisa servis barang-barang elektronik rumah tangga seperti AC, mesin cuci, dan kulkas.

Jadi, Anda nggak perlu lagi pusing-pusing mencuci kasur yang kotor sendiri. Hanya dengan sentuhan jari, kamar dan rumahmu bisa kembali bersih pakai Grab Clean & Fix.

(fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK