Jahe Merah Akan Diuji Klinis sebagai Immunomodulator Covid-19

Bintang Toedjoe, CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 17:27 WIB
Jahe merah atau Zingiber Officinale mampu memodulasi proses kemotaksis serta menghancurkan patogen (bakteri atau virus) penyebab infeksi. Jahe merah atau Zingiber Officinale mampu memodulasi proses kemotaksis serta menghancurkan patogen (bakteri atau virus) penyebab infeksi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

LIPI akan menguji klinis jahe merah sebagai produk jamu dan tanaman herbal untuk mengatasi Covid-19. Hal ini dilakukan guna terus mengembangkan potensi obat herbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan menanggulangi penyakit di masa pandemi.

Jahe merah (Zingiber Officinale) telah sejak lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Data menunjukkan jahe merah dapat memodulasi sistem imunitas dan berpotensi dikembangkan menjadi produk fitofarmaka, atau obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah.

Ditambah lagi, hingga saat ini belum tersedianya obat maupun vaksin untuk pencegahan pasien Covid. Sehingga terus dicari bahan-bahan untuk memacu atau meningkatkan imunitas (immunomodulator).


Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Abdi Wira Septama mengatakan pihaknya sedang melakukan pengembangan beberapa tanaman yang berpotensi sebagai obat, salah satunya jahe merah.

Berdasarkan hasil penelitian menyebut tanaman tradisional seperti jahe merah (Zingiber Officinale) dapat mengatur atau memodulasi aktivitas sel-sel imunitas dalam merespons patogen di dalam tubuh.

"Jahe merah mampu menghambat atau memodulasi proses kemotaksis atau mengatur aktivitas imunitas alami dalam merespons infeksi. Selain itu, jahe merah juga berkhasiat menekan pembentukan reaktif oksigen spesies production, serta menghancurkan patogen (bakteri atau virus) penyebab infeksi," ujar Abdi, dalam diskusi online yang berlangsung (31/8).

Abdi menambahkan, ekstrak tumbuhan obat jahe merah secara in vitro berpotensi untuk dikembangkan menjadi immunomodulator dari bahan alam.

Sementara itu, Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih mengapresiasi penelitian yang telah dilakukan LIPI yang sudah mengarah ke uji klinis untuk menghasilkan immunomodulator agar daya tahan tubuh lebih baik.

"Ada dua banteng pertahanan diri yang bisa diupayakan agar tak terpapar virus, yakni menjalankan protokol kesehatan serta menjaga imunitas tubuh. Masyarakat yang masih sehat menjalankan protokol kesehatan sekaligus meningkatkan imunitas. Dengan daya tahan tubuh yang prima, meskipun tertular atau terpapar, imunitas tubuh kita bisa melawan," ujarnya.

Bintang Toedjoe Unggulkan Produk Jamu Jahe Merah

Di sisi lain, PT Bintang Toedjoe yang sudah dikenal sebagai produsen jamu. yakni Bejo jahe merah menggandeng LIPI untuk melakukan pengujian efek immunomodulator terhadap covid 19. Terlebih jahe merah adalah produk asli Indonesia yang memiliki potensi sebagai tanaman obat herbal.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonathan mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menjadikan jahe merah sebagai alternatif obat herbal unggulan dan produk kebanggaan Indonesia.

"Harapan kami hasil dari uji klinis ini dapat menyehatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat melalui jamu asli Indonesia yang teruji evidence-based-nya melalui uji klinis berkelas dunia," ujarnya.

(fef)