Syarat-Syarat Menjalani Operasi Hidung

tim, CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 21:10 WIB
Operasi hidung merupakan salah satu tindakan medis yang semakin populer beberapa waktu terakhir. Terdapat beberapa syarat untuk menjalani operasi hidung. Operasi hidung merupakan salah satu tindakan medis yang semakin populer beberapa waktu terakhir. Terdapat beberapa syarat untuk menjalani operasi hidung.(Istockphoto/STEFANOLUNARDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Operasi hidung merupakan salah satu tindakan medis yang semakin populer beberapa waktu terakhir. Terdapat beberapa syarat untuk menjalani operasi hidung.

Dalam dunia kedokteran, operasi hidung dikenal juga dengan rhinoplasty. Operasi hidung dilakukan atas dua dasar yakni rekonstruksi dan estetik.

Dokter spesialis bedah plastik Arif Tri Prasetyo menjelaskan bedah plastik rekonstruksi bertujuan untuk memperbaiki bagian yang tidak normal sehingga dapat berfungsi dengan baik untuk tujuan medis atau kesehatan. Misalnya, pada orang yang kecelakaan dan mengalami hidung yang patah sehingga mengalami gangguan pernapasan.


Sedangkan bedah plastik estetik merupakan tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk dengan tujuan keindahan untuk menunjang penampilan.

Berikut syarat menjalani operasi hidung estetik:

1. Memiliki keluhan

Operasi hidung dengan tujuan estetik diawali dengan keluhan yang datang dari pasien. Misalnya, pasien merasa bentuk hidung yang dimilikinya membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Pasien mesti berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan menentukan apakah pasien dapat menjalani bedah plastik hidung.

2. Keinginan sendiri

Operasi hidung yang dijalani pasien harus merupakan keinginan dari diri sendiri, bukan paksaan orang lain. Pasien harus secara sadar mengambil keputusan tersebut.

3. Screening penyakit penyerta

Sebelum menjalani operasi bedah plastik, pasien harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Pasien yang memiliki penyakit penyerta harus disembuhkan atau dikontrol terlebih dahulu agar tidak mengganggu tindakan.

"Harus screening, ada penyakit penyerta atau tidak. Bila ada, harus disingkirkan dulu. Misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi, harus sembuh dulu. Karena tidak serta merta bisa langsung tindakan," kata Arif yang praktik di Santosa Hospital Bandung Kopo kepada Antara, Kamis (3/9).

Sebelum menjalani operasi, dokter juga akan memastikan bahwa tak semua keinginan perubahan atau bentuk hidung dapat terwujud. Dokter memiliki perhitungan tertentu agar bedah hidung dapat berhasil dan tidak mencelakai pasien.

"Tidak semua bisa direalisasikan. Misalnya mau meninggikan hidung, tapi jaringan hidungnya tidak kuat," ucap Arif.

Bahan operasi hidung

Operasi hidung dapat dilakukan dengan menggunakan implan silikon dan jaringan tubuh sendiri seperti tulang rawan telinga, septum hidung, atau tulang iga.

Proses bedah hidung dengan silikon umumnya berlangsung lebih cepat dibandingkan menggunakan tulang rawan dari tubuh pasien. Operasi hidung dengan silikon biasanya berlangsung sekitar satu jam dengan bius lokal.

Operasi dengan memanfaatkan tulang rawan atau iga dapat menghabiskan waktu sekitar tiga hingga lima jam dengan bius total. Proses ini meliputi pengambilan tulang rawan dari bagian tubuh lain. Pada tulang iga, dokter akan menyayat sekitar 2-3 cm pada bagian dada.

Meskipun lebih lama, operasi hidung dengan bagian tubuh sendiri dinilai lebih baik.

"Yang tren sekarang pakai jaringan tubuh sendiri, dari tulang iga. Hasilnya lebih baik karena pakai bahan dari tubuh sendiri untuk membentuk hidung," ucap Arif.

Efek samping

Setelah operasi hidung selesai, efek samping yang paling umum terjadi adalah pembengkakan pada seminggu pertama usai tindakan. Selain Pasien harus menjaga kebersihan area hidung dan sekitarnya untuk mencegah infeksi.

Dikutip dari Mayo Clinic, efek samping lain yang dapat muncul diantaranya kesulitan bernapas, mati rasa, nyeri, perubahan warna, dan muncul jaringan parut.

Hasil operasi dapat terlihat optimal setelah beberapa bulan.

Tren bentuk hidung

Berbagai bentuk hidung bisa dicapai dengan bedah plastik estetik. Saat ini, tren bentuk hidung yang populer tengah mengacu pada bentuk hidung bintang Korea. Popularitas bintang K-Pop membuat bentuk hidung orang Korea jadi patokan.


"Karena kita di Asia, yang digunakan teknik rhinoplasty orang Asia, yang jadi pedoman yang dibuat Korea juga. Kebanyakan minta bentuk-bentuk seperti hidung artis Korea," ungkap Arif.

Operasi hidung saat pandemi Covid-19

Arif menyebut selama pandemi Covid-19, jumlah pasien yang menjalani operasi bedah plastik baik gawat darurat maupun estetik berkurang.

"Untuk tindakan emergency tidak terlalu banyak karena pasien banyak yang berkurang, biasanya bedah plastik rekonstruksi, yang mengalami kecelakaan kerja, kecelakaan jalan raya, luka bakar, tidak terlalu banyak," kata Arif.

Saat ini, operasi bedah plastik umumnya sudah terjadwal. Pasien akan mendapatkan pelayanan setelah dipastikan negatif Covid-19.

Dokter juga melakukan protokol kesehatan yang ketat saat operasi dengan memakai masker N95 dan face shield.

Rubber-gloved hands holding woman's face with dotted linesFoto: Istockphoto/Robert Daly
ilustrasi operasi plastik

Bentuk hidung setelah operasi

Pengalaman bertahun-tahun menjadi dokter bedah rekonstruksi dan estetika membuat Arif mengetahui bentuk hidung setelah operasi.

Terkait dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang viral lantaran disebut melakukan operasi hidung, Arif tak banyak berkomentar. Foto-foto yang terbata membuatnya tak bisa memberikan penilaian objektif.

"Foto-foto yang beredar pakai makeup, jadi tidak tahu benar atau tidak. Karena shading dari make up juga bisa bikin hidung terlihat bagus," tutur Arif.

(ptj/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK