Dokter Sarankan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Punya Oksimeter

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 15:17 WIB
Dokter menyarankan agar pasien covid-19 bergejala ringan menyimpan oksimeter di rumah untuk mengukur sendiri kadar oksigen dalam darah. Ilustrasi: Dokter menyarankan agar pasien covid-19 bergejala ringan menyimpan oksimeter di rumah untuk mengukur sendiri kadar oksigen dalam darah. (Foto: iStockphoto/Ovidiu Dugulan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Vito Anggarino Damay menyarankan orang dengan gejala ringan Covid-19 memiliki oksimeter atau alat pengukur kadar oksigen, di rumah. Langkah ini perlu guna mengantisipasi kondisi happy hipoxia atau silent hipoxia yang belakangan dialami pasien virus corona.

Vito menuturkan happy hipoxia bisa dialami pasien Covid-19 bergejala ringan yang dirawat mandiri di rumah. Biasanya gejala kondisi ini tak disadari, dan karena itu perlu bantuan oksimeter.

"Seseorang yang happy hypoxia mungkin ada gejala yang ringan yang tidak disadari, bukan sama sekali tidak bergejala. Mungkin perlu sediakan di rumah untuk mereka yang menderita Covid-19 ringan yang isolasi mandiri," saran Vito dikutip dari Antara.


Pada pasien Covid-19, oksimeter akan membantu pemantauan kadar oksigen. Dengan begitu dapat dilakukan deteksi dini saat level oksigen pasien menurun.

Alat pengukur kadar oksigen tersebut biasanya berukuran kecil dan mudah dibawa. Oksimeter dipasang di ujung jari, lalu seberapa baik oksigen mengikat sel darah merah Anda akan diukur.

Angka pada oksimeter akan menunjukkan kisaran 95-100 persen ketika seseorang dalam kondisi sehat.

Menurut Vito, kondisi happy hypoxia ini masih jarang ditemui pada pasien Covid-19. Saat ini gejala umum masih berupa demam, batuk, sesak napas dan, anosmia atau kehilangan indera penciuman.

"Happy hypoxia ini manifestasi jarang, sehingga lebih baik kita memfokuskan diri pada pencegahan penyakitnya," tutur Vito.

Ia menambahkan, happy hypoxia tak akan terjadi pada orang yang benar-benar sehat. Kendati begitu, jika hendak mengantisipasi, orang sehat boleh-boleh saja menyimpan oksimeter di rumah.

Vito sendiri memiliki alat tersebut untuk mengecek pemakaian masker sehari-hari tidak mengganggu kadar saturasi oksigen.

Namun dalam kondisi wabah ini dia mengingatkan, oksimeter tidak akan berguna jika seseorang lalai menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan, memakai masker.

"Sama seperti saya, masih sering menemukan orang pakai masker tapi menggunakannya di bawah dagu atau berkerumun tanpa menjaga jarak. Jadi pesan saya jaga diri anda tetap sehat," pungkas Vito.

(Antara/NMA)

[Gambas:Video CNN]