Pulse Oximeter Tak Bisa Jadi Alat Deteksi Virus Corona

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2020 08:45 WIB
Tak semua pasien Covid-19 mengalami penurunan kadar oksigen. Pulse oximeter tak dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi. Pulse oximeter tak dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi virus corona penyebab Covid-19. (iStockphoto/juanrvelasco)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pulse oximeter umumnya digunakan untuk mengecek kadar oksigen pada pasien Covid-19 untuk mencegah terjadinya happy hypoxia yang bisa mengancam nyawa. Namun, bisakah oximeter digunakan untuk deteksi infeksi virus corona penyebab Covid-19?

Masuknya virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan menyebabkan peradangan pada paru-paru dan bisa berdampak negatif terhadap kadar oksigen dalam darah. Kerusakan oksigen bisa terjadi pada berbagai tahap, dan bisa dialami oleh pasien tanpa gejala.

Pada pasien tanpa gejala, kadar oksigen yang terus menurun berisiko memicu terjadinya happy hypoxia yang bisa mengancam nyawa. Pasien terlihat baik-baik saja meski kadar oksigen dalam darah sangat rendah.


Namun, bukan berarti oximeter bisa digunakan begitu saja untuk mendeteksi keberadaan virus. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito Anggarino Damay mengatakan, oximeter diperlukan untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan yang dirawat mandiri.

"Seseorang yang [mengalami] happy hypoxia mungkin ada gejala ringan yang tidak disadari, bukan sama sekali tidak bergejala. Mungkin perlu disediakan di rumah untuk mereka yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan," ujar Vito, melansir Antara.

Kendati demikian, tak semua pasien Covid-19 dipastikan mengalami penurunan kadar oksigen. Ada beberapa pasien dengan gejala parah tapi memiliki kadar oksigen yang normal, bahkan tak pernah di bawah 95 persen. Kadar normal oksigen berkisar antara 95-100 persen.

Dengan begitu, oximeter tak bisa dianggap sebagai tes screening untuk Covid-19.

"Memiliki tingkat oksigen yang normal tak berarti Anda bebas dari infeksi. Pengujian formal masih diperlukan untuk mengetahui keberadaan virus," ujar ahli pulmonologi, Tim Connoly dalam laman resmi Houston Methodist, pusat medis di Texas Medical Center.

Alih-alih menjadikan oximeter sebagai alat deteksi infeksi virus corona penyebab Covid-19, para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang tepat. Oximeter tetap tidak akan berguna jika seseorang lalai dalam menjalankan protokol kesehatan.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]