Ahli: Covid-19 Tak Mungkin Bisa Menular Lewat Makanan

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2020 16:04 WIB
Para ahli menilai bahwa makanan tak mungkin menjadi sumber kontaminasi virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi. Para ahli menilai bahwa makanan tak mungkin menjadi sumber kontaminasi virus corona penyebab Covid-19. (istockphoto/ bluecinema)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pakar meragukan kemungkinan penularan Covid-19 dari makanan. Makanan dinilai sangat tidak mungkin menjadi sumber kontaminasi infeksi virus corona.

The International Commission on Microbiological Specifications for Foods (ICMSF) mengatakan bahwa terlalu sedikit bukti yang memperlihatkan bahwa SARS-CoV-2 dapat mengontaminasi makanan atau kemasan.

Temuan mereka selaras dengan laporan sebelumnya dari Food and Drug Administration (FDA) yang menyebutkan bahwa tak ada risiko nyata terinfeksi virus corona penyebab Covid-19 dari makanan atau kemasannya.


"Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa makanan, kemasan makanan, atau cara penanganan makanan menjadi sumber atau jalur penularan Covid-19," tulis ICMSF, dalam sebuah pernyataan, melansir CNN.

ICMSF mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Mereka mengatakan, tak ada makanan yang harus dianggap sebagai risiko penularan Covid-19.

"Meski kemungkinan orang bisa makan sesuatu yang terkontaminasi virus itu ada, tapi kami tak pernah melihat kasus seperti itu," kata ICMSF.

Kendati demikian, masyarakat tetap diajak untuk menekankan praktik kebersihan makanan yang baik.

Kekhawatiran Kontaminasi Virus pada Makanan

Kekhawatiran atas penularan Covid-19 melalui makanan dimulai pada Maret 2020 lalu. Sebuah penelitian yang diterbitkan New England Journal of Medicine menemukan virus SARS-CoV-2 dapat terdeteksi pada sejumlah jenis permukaan dalam beberapa lama.

"Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah bahwa dalam kondisi tertentu di laboratorium, SARS-CoV-2 dapat dideteksi hingga tiga jam dalam aerosol, hingga empat jam pada tembaga, hingga 24 jam pada karton, dan hingga tiga hari pada plastik serta baja tahan karat," ujar Jamie Lloyd-Smith, seorang ilmuwan yang mempelajari berapa lama virus corona penyebab Covid-19 dapat bertahan di berbagai permukaan.

Namun, penelitian tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat membantu menonaktifkan virus seperti sinar matahari atau cairan disinfektan.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa pola hidup bersih tetap menjadi yang terpenting dalam rangka pencegahan Covid-19. Rajin mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan memakai masker adalah cara terbaik untuk memastikan keamanan.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]