Studi: Banyak Pasien Covid-19 Makan di Restoran Sebelum Sakit

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 19:40 WIB
Studi menunjukkan, banyak orang dewasa yang positif Covid-19 dilaporkan dua kali lebih mungkin pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum sakit. Ilustrasi. Studi menunjukkan, banyak orang dewasa yang positif Covid-19 dilaporkan dua kali lebih mungkin pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum sakit. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Makan di restoran dikaitkan dengan penularan virus corona. Studi terbaru menunjukkan, orang dewasa yang positif Covid-19, dua kali lebih mungkin mengaku pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum sakit, dibandingkan dengan orang yang negatif Covid-19.

"Selain makan di restoran, pasien juga dilaporkan pergi ke bar atau kedai kopi," tulis peneliti dalam studi yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Hasil ini didapat setelah CDC menganalisis 314 orang dewasa yang dites Covid-19 pada Juli lalu karena memiliki gejala. Hasil tes menunjukkan 154 dinyatakan positif dan 160 negatif Covid-19. Pasien ditanyai aktivitas mereka sebelum terserang penyakit, seperti makan di restoran, nongkrong di bar, atau pergi ke pusat kebugaran.


Peneliti menemukan bahwa 71 persen orang positif dan 74 persen orang negatif selalu menggunakan masker.

Sebanyak 42 persen orang yang positif melaporkan pernah kontak dekat dengan orang yang yang lebih dulu positif Covid-19, dibandingkan 14 persen orang yang negatif. Sebagian besar kontak dekat itu atau 51 persen merupakan anggota keluarga.

Temuan menarik lainnya adalah orang yang dites positif menunjukkan lebih mungkin makan di restoran dalam dua minggu terakhir sebelum mereka merasa sakit.

"Paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat mempengaruhi penularan virus, bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti, dikutip dari CNN.

Menurut peneliti, paparan terjadi saat makan lantaran masker tak bisa dipakai secara efektif saat makan dan minum. Berbeda dengan berbelanja dan aktivitas dalam ruangan lain yang tetap dapat memungkinkan untuk memakai masker.

Pencegahan

Ketimbang memilih makan di restoran, disarankan untuk memilih metode pesan antar untuk meminimalkan paparan terhadap virus corona. CDC juga mengeluarkan pedoman makan berdasarkan risiko yang ada.

Risiko terendah: Layanan makanan terbatas pada drive-through, pengiriman, pengantaran, dan penjemputan di tepi jalan.

Lebih banyak risiko: Makan di tempat terbatas dengan tempat duduk di luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dan ditempatkan dengan jarak setidaknya 1,8 meter.

Risiko yang lebih besar: Makan di tempat dengan tempat duduk dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dengan jarak terpisah setidaknya 1,8 meter.

Risiko tertinggi: Makan di tempat dengan tempat duduk di dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk tidak berkurang dan meja tidak berjarak setidaknya 1,8 meter.

[Gambas:Video CNN]



(ptj/asr)