Satgas Covid-19 Kembangkan Masker Kain Lima Lapis

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2020 16:59 WIB
Masker lima lapis diklaim memiliki bahan yang mampu memfiltrasi udara setara dengan masker bedah hingga 88 persen. Ilustrasi. Masker lima lapis diklaim memiliki bahan yang mampu memfiltrasi udara setara dengan masker bedah hingga 88 persen. (Istockphoto/ Jun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Nasional Penanganan Covid-19 tengah mengembangkan teknologi masker kain 'plus' atau masker kain lima lapis untuk mencegah penyebaran Covid-19. Teknologi terbaru ini sudah diuji di Jerman.

Teknologi masker lima lapis ini disebut memiliki bahan yang mampu memfiltrasi udara setara dengan masker bedah hingga 88 persen.

"Sekarang kami bisa menemukan suatu bahan yang memfiltrasi udara dengan bagus dan bisa bernapas dengan enak. Sudah ditemukan teknologinya bersama Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia," kata Jubir Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam seminar virtual, Rabu (9/9).


Wiku memaparkan, masker kain lima lapis ini berbahan baku utama polyester dengan teknologi antibakteri pada setiap benang. Lima lapisan yang ada digabung menjadi satu kain.

Masker ini juga disebut dapat menyaring dan mengikat partikel hingga seukuran virus, dengan tingkat bernapas yang baik, sehingga tidak membuat sesak. Konstruksi kain memudahkan pernapasan pada aktivitas bahkan saat olahraga.

Sama seperti masker kain lainnya, masker ini dapat dicuci dan digunakan kembali.

Wiku menyebut, masker ini masih dalam tahap proses dan secepatnya bakal didistribusikan pada masyarakat. Namun demikian, dia tak merinci kapan pastinya.

"Ke depan tentunya pemerintah akan membagikannya pada masyarakat dan industri. Tujuannya [agar masyarakat] bisa mengakses dengan harga yang terjangkau," ucap Wiku.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]