Misteri Penampakan Jimi Hendrix di Desa Kecil Maroko

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 14:30 WIB
Jimi Hendrix meninggal di Inggris pada 1970. Namun tak sedikit warga di desa kecil Maroko yang mengaku pernah bertemu dan berbincang dengannya. Poster Jimi Hendrix di sudut pasar di Diabat, Essaouira, Maroko. (AFP/FADEL SENNA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa mengklaim telah melihatnya, yang lain mengaku sempat berbincang dengannya - 50 tahun setelah kematian mendadak Jimi Hendrix, sebuah desa di Maroko yang berada di tepi Laut Atlantik masih mengingat jelas sosok legenda gitar itu.

"Saya melihatnya di sini. Dia masih muda dan membawa gitar di punggungnya," kata Mohammed Boualala yang kini telah berusia 60-an dan tumbuh di pemukiman kecil Diabat sebelum bergabung dengan tentara.

Pada musim panas tahun 1969, Hendrix, legenda gitar Amerika Serikat yang mempopulerkan 'Purple Haze' dan 'Hey Joe', singgah sebentar di Essaouira, bekas kota benteng dan salah satu magnet wisata di Maroko yang terletak lima kilometer dari Diabat.


Tidak ada lagu atau foto yang dirilis dari perjalanan sang ikon di Diabat, tetapi mitos yang tak terhitung jumlahnya seakan menjadi cerita rakyat di sana.

"Dia mengunjungi teman-temannya yang tinggal di desa. Itu terakhir kali kami melihatnya," kata Boualala yang saat diwawancarai AFP sedang mengenakan gamis tunik berwarna coklat, baju tradisional pria di Maroko.

"Mereka bilang dia sudah mati, tapi hanya Tuhan yang tahu."

Catatan sejarah mengungkap bahwa Hendrix wafat akibat tersedak muntahannya sendiri di sebuah hotel di London pada 18 September 1970 setelah menelan pil tidur dan minum anggur merah.

Terekam tak pernah mati

Foto-foto aksi panggung Hendrix menjadi pajangan di setiap rumah-rumah bertembok putih di Diabat.

Dengan Cafe Jimi dan Hotel Hendrix, desa ini kental nuansa rock dan hippies.

"Hendrix terlihat dalam kondisi yang baik" ketika dia berkunjung, kata Abdelaziz Khaba (72) yang bersikeras dengan ingatannya.

"Dia dikelilingi oleh penjaga keamanan."

Khaba menambahkan bahwa dia telah berfoto dengan Hendrix, namun "kehilangan fotonya".

Sementara perjalanan ke Maroko pada 1960-an oleh selebriti termasuk Jim Morrison, Paul McCartney dan Robert Plant didokumentasikan dengan baik, misteri berputar di sekitar masa tinggal Hendrix sendiri, yang akhirnya menimbulkan serangkaian fantasi yang memusingkan.

"Kunjungan singkatnya ... menghasilkan segunung informasi yang keliru dan fiktif," kata Caesar Glebbeek, seorang penulis biografi Hendrix, dalam sebuah artikel di situs web UniVibes.

Legenda lokal bahkan mengatakan bahwa lagu 'Castles made of Sand' karya Hendrix terinspirasi oleh reruntuhan Istana Sultan Dar di Diabat.

Namun kenyataannya lagu itu dirilis pada tahun 1967, dua tahun sebelum kunjungan bintang itu ke Maroko.

Meski demikian, judul lagu itu dipulas di atas plakat kayu yang dipajang dengan rasa bangga di dinding di kafe kecil di Diabat.

A picture taken in the Moroccan coastal city of Essaouira shows portraits of late US guitarist Jimi Hendrix on September 10, 2020. - Some claim to have seen him, others to have spoken with him -- 50 years after guitar legend Jimi Hendrix's untimely death, a village on Morocco's Atlantic coast pulsates with his memory. In the Summer of 1969, Hendrix, the pioneering US guitar wizard whose whose hits included Foto-foto Jimi Hendrix menghiasi sudut Desa Diabat. (AFP/FADEL SENNA)

Kebenaran

Kisah tentang petualangan Hendrix di Maroko ada beragam versi; dia melintasi negara dengan van, mencoba membeli sebuah pulau di lepas pantai Essaouira dan seluruh desa Diabat, sebelum bermukim di balik tembok istana pasir.

Tapi ada beberapa kebenaran yang terbukti, jika kata-kata dari sesama legenda rock bisa dipercaya.

Selama kunjungan Hendrix ke Maroko ada "hal-hal yang terjadi di sana yang hingga hari ini belum terselesaikan ... ada banyak hal mistis" yang terjadi, kata vokalis Led Zeppelin, Plant, dalam podcast tahun lalu.

Tidak seperti Brian Jones - pendiri Rolling Stones, yang meninggal pada tahun 1969 - Plant berusaha untuk lebih dekat ke Sahara, pergi ke pedalaman Marrakesh, bukan ke pegunungan Rif, sebuah daerah yang terkenal dengan perkebunan ganja.

Cerita tentang Hendrix mempesona Abdelhamid Annajar, yang membuka toko rekaman musik di kawasan Essaouira.

Banyak turis yang datang untuk napak tilas sejarah Hendrix dan ingin tahu segalanya, katanya.

"Ada juga yang datang untuk menghidupkan kembali masa lalu yang indah."

Laurence De Bure (68) termasuk di antara mereka yang menikmati nostalgia.

"Semuanya gila waktu itu," kata wanita Prancis, yang menghabiskan dua bulan di Essaouira pada awal 1970-an dengan sekelompok besar orang Amerika dan telah kembali ke kota sejak Januari.

"Saya tidak pernah melihat Hendrix, tapi saya kenal seorang gadis Maroko yang menjahit beludru dan rompi bergaya flamboyan untuknya," kenang De Bure.

Penulis biografi Glebbeek telah menghibur dirinya sendiri dengan mencoba menguraikan kebenaran dari fatamorgana Hendrix di Maroko; "ya, Hendrix memang datang ke Essaouira, di mana dia tinggal di hotel bintang empat".

Tetapi bertentangan dengan klaim kabur dari pemandu wisata dan penggemar nostalgia, dia "bahkan tidak mengunjungi Diabat".

[Gambas:Video CNN]



(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]