Hari Alzheimer Sedunia

Curahan Hati dan Perjuangan Caregiver Rawat Pasien Alzheimer

tim, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 12:40 WIB
Umumnya pasien Alzheimer mengalami 'wandering' atau kehilangan memori akan hal-hal yang sebenarnya dekat atau familiar buatnya. ilustrasi: Umumnya pasien Alzheimer mengalami 'wandering' atau kehilangan memori akan hal-hal yang sebenarnya dekat atau familiar buatnya.( CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Merawat orang dengan demensia atau alzheimer (ODD) bukan persoalan mudah. Tak jarang Yuda Turana, ahli neurologi FKIK Universitas Atma Jaya Jakarta, mendengarkan aneka curhat dari para caregiver atau orang yang mendampingi ODD khususnya alzheimer.

Umumnya pasien Alzheimer mengalami 'wandering' atau kehilangan memori akan hal-hal yang sebenarnya dekat atau familiar buatnya.

"Keluhan datang, 'Dok mama tuh seperti bukan mama saya, dia berubah'," ujar Yuda menirukan keluarga pasien dalam kesempatan webinar beberapa waktu lalu.


"Kita musti sadar, bukan mamanya yang berubah tapi Alzheimer yang mengubah."

Caregiver cenderung melihat ODD berubah negatif. Hanya saja mereka sadar bahwa Alzheimer turut membawa perubahan fungsi pada hippocampus yakni pusat memori pada otak. Secara bertahap, ODD akan sulit mengingat hal penting kemudian berangsur mengalami kemunduran dalam hal kemampuan melupakan hal negatif. Tak heran, ODD lama-kelamaan menjadi gampang marah dan gampang curiga bahkan terhadap pasangan dan keluarga sekalipun.

Yuda mengatakan tak hanya ODD, orang sehat pun lebih gampang mengingat hal negatif ketimbang yang positif. Lalu adakah mengubah perilaku ODD dari ingatan negatif menjadi positif?

"Sangat sulit diubah. Dia (ODD) seperti itu, bukan dia seharusnya begitu. Itu karena Alzheimer. Yang diubah bukan perilakunya tapi pendekatannya, pendekatan yang positif," jelas Yuda.

Untuk caregiver, Yuda menyarankan untuk tidak berargumentasi saat berhadapan dengan ODD. Ia sadar ini sulit tetapi musti dibiasakan. Pada beberapa waktu, misalnya, ODD akan mudah curiga. Pada dasarnya caregiver tidak perlu terjun dalam argumentasi dan memasukkan ke dalam hati apa yang dilontarkan ODD. Caregiver musti sadar argumentasi tidak akan mendatangkan manfaat dan malah menguras psikis plus tenaga.

Penting untuk menjalin komunikasi dengan komunitas caregiver atau komunitas Alzheimer untuk bisa saling berbagi kisah, curhat, berkeluh kesah. Ini pun untuk mengendalikan stres apalagi dalam situasi pandemi yang serba tidak pasti. Selain itu perlu juga mengontrol konsumsi pemberitaan terkait Covid-19.

"Selama mendengarkan berita, stressor bisa bertambah. Jangan lupa fisik dijaga dan interaksi sosial juga dijaga,"imbuhnya.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]