5 Cara Mengatasi 'Maskne', Jerawat Akibat Penggunaan Masker

Tim, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 17:15 WIB
Jerawat yang timbul akibat penggunaan masker sehari-hari dikenal dengan istilah 'maskne'. Berikut beberapa cara untuk mengatasi maskne. Ilustrasi. Jerawat yang timbul akibat penggunaan masker sehari-hari dikenal dengan istilah 'maskne'. (Istockphoto/Sasha_Suzi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggunaan masker setiap hari di saat pandemi kerap menimbulkan jerawat. Ada beberapa cara untuk mengatasi 'maskne' atau jerawat yang ditimbulkan akibat masker.

Di masa pandemi, masker sama pentingnya dengan pakaian yang dikenakan. Tanpa masker yang bertengger menutupi hidung dan mulut, aktivitas akan terasa aneh dan tak aman.

Di satu sisi, masker memberikan perlindungan bagi Anda dan banyak orang di sekitar. Namun, di sisi lain, masker membawa persoalan baru seperti jerawat. Jerawat yang timbul pada area wajah yang tertutupi masker kerap disebut dengan istilah 'maskne' (mask acne).


Ada banyak cara yang membuat penggunaan masker dapat mengakibatkan jerawat, mulai dari gesekan masker yang menyebabkan iritasi hingga bakteri yang berpindah dari masker ke kulit Anda.

"Masker dapat mengakibatkan kulit menjadi iritasi dan tersumbat, serta berpotensi menimbulkan jerawat di sekitar pipi dan area dagu," ujar ahli dermatologi, Lucy Xu, mengutip Glamour.

Berikut beberapa cara mengatasi jerawat yang timbul akibat penggunaan masker.

1. Pilih masker yang tepat

Anda boleh saja menjadikan berbagai pilihan warna dan motif sebagai pertimbangan memilih masker. Tapi, jangan sampai lupakan faktor bahan kain yang digunakan masker. Gunakan kain yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

"Pastikan masker cukup besar untuk menutupi hidung dan mulut, bahan yang nyaman, lembut di kulit, dan tidak membuat iritasi," kata Lucy.

Lucy juga menyarankan untuk memiliki cukup masker cadangan sehingga saat satu masker kotor, ada masker lain yang bersih dan siap dipakai.

2. Jaga masker tetap bersih

Lucy mengatakan bahwa penting untuk menjaga masker tetap bersih. Cuci masker segera setelah dipakai. Gunakan sabun pencuci yang lembut tanpa kandungan-kandungan yang berbahaya.

3. 'Double-cleansing'

Tak hanya masker, pastikan pula kebersihan kulit wajah. Lucy menyarankan untuk membersihkan wajah dua kali atau double cleansing setiap sebelum tidur.

Pertama, bersihkan wajah dengan cleansing balm, cleansing oil, atau cleansing milk, sesuai dengan jenis kulit Anda. Produk seperti ini akan mengangkat kotoran, sisa riasan, dan keringat. Jangan lupa bersihkan area leher. Kedua, baru cuci wajah dengan sabun untuk membilas sisa kotoran.

4. Mengenakan masker saat diperlukan

Cukup kenakan masker saat diperlukan. Mulai dari keluar rumah, berbelanja, naik transportasi umum, juga saat berada di area-area rawan. Selain itu, Anda bisa melepas masker untuk memastikan kulit bisa bernapas dan menghindari area tersebut tidak terlalu berkeringat.

"Masker dilepas dan diletakkan pada tempat yang bersih dan aman dari bakteri. Mungkin letakkan di dompet mini atau tas serut akan aman," kata Lucy.

5. Skincare dengan kandungan antioksidan

Tak ada salahnya menambahkan produk perawatan wajah (skincare) dengan kandungan antioksidan. Lucy berkata, kandungan antioksidan akan membantu kulit tetap sehat dan melindunginya dari polutan berbahaya juga bakteri di balik masker.

"Vitamin C juga antioksidan yang kuat akan bekerja membantu kulit tetap sehat dan cerah serta menetralisir radikal bebas, juga memperbaiki kerusakan sel dari penggunaan masker," imbuhnya.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]